ADVERTISEMENT

Ibu Menyusui Diperbolehkan Tidak Puasa, Ini Penjelasannya

Devi Setya - detikFood
Kamis, 21 Apr 2022 16:30 WIB
Ilustrasi ibu menyusui makan makanan bervitamin
Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages
Jakarta -

Ibu hamil dan ibu menyusui termasuk golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa. Mereka juga tidak berdosa karena tak puasa, hal ini dijelaskan oleh Buya Yahya.

Allah SWT mewajibkan umat muslim untuk berpuasa di bulan Ramadan. Hal ini tercatat dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183. "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa," (QS. Al-Baqarah:183).

Namun ada beberapa golongan orang yang diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa, salah satunya adalah ibu hamil dan menyusui. Hal ini juga dijelaskan oleh Buya Yahya lewat tayangan video lewat YouTube channel Al-Bahjah TV.

Ilustrasi Ibu Menyusui MinumIlustrasi Ibu Menyusui Foto: Getty Images/iStockphoto/LightFieldStudios

"Wanita yang menyusui jika mereka merasa perlu untuk berbuka karena merasakan beban berat saat menyusui. Allah SWT merasa kasihan pada bayinya maka diperbolehkan berbuka puasa dan tidak berpuasa," ujar Buya Yahya.

Pemilik nama lengkap Yahya Zainul Ma'arif ini juga menegaskan bahwa ibu hamil dan ibu menyusui termasuk dalam golongan orang yang mendapat keringanan puasa.

"Ada 9 orang yang diperbolehkan tidak berpuasa salah satunya adalah orang hamil dan menyusui," tambahnya.

Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah yang berpusat di Cirebon ini juga menjelaskan orang hamil yang merasa terganggu dengan kandungannya juga diperbolehkan tidak berpuasa. Mereka juga tidak mendapatkan dosa.

Namun jika ibu menyusui merasa kuat berpuasa dan tidak menggangu kesehatan dirinya maupun bayinya, maka ganjaran pahala pun akan didapatkan. "Jika mereka berpuasa maka puasanya sah," ujar Buya Yahya.

Ibu MenyusuiIbu Menyusui Foto: iStock

Bagi ibu menyusui, tidak batal puasanya saat menyusui anaknya ataupun memompa ASI. Buya Yahya mengatakan tidak batal puasa ibu yang mengeluarkan air susu.

Dikutip dalam buku "Terjemah Matan al-Ghayah wa at-Taqrib - Zakat, Puasa-Haji" oleh Galih Maulana, Lc menyebutkan bahwa wanita hamil dan menyusui, apabila khawatir atas keselamatan dirinya (apabila berpuasa) maka mereka berdua boleh berbuka (tidak puasa) dan harus meng-qadha puasanya. Apabila keduanya khawatir akan keselamatan anaknya, maka wajib meng-qadha dan membayar kafarat, tiap hari satu mud yaitu satu sepertiga rithl Irak.



Simak Video "61,27% Penduduk RI Konsumsi Minuman Manis Lebih dari 1 Kali per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT