Batalkah Puasa jika Berbuka tapi Salah Lihat Jam?

Riska Fitria - detikFood
Kamis, 07 Apr 2022 18:30 WIB
Hukum buka puasa salah lihat jam
Foto: iStock
Jakarta -

Heboh masyarakat Malaysia batal puasa karena seorang penyiar radio salah waktu memutar azan Maghrib. Bagaimana hukumnya dalam Islam?

Belum lama ini media sosial dihebohkan dengan kejadian masyarakat Malaysia yang batal puasa berjamaah di hari pertama puasa. Itu dikarenakan adanya kesalahan waktu saat memutar azan Maghrib.

Seorang penyiar radio di Malaysia bernama Mohd Safwan bin Junit memutar azan Maghrib lebih cepat dari jadwal sebenarnya. Azan yang seharusnya diputar pukul 18.20 waktu Malaysia malah diputar pukul 18.16.

Lantas bagaimana hal tersebut dalam pandangan Islam? Apakah diwajibkan untuk mengganti puasa di hari lain? Hal ini pernah dijelaskan oleh Ustaz Khalid Basalamah dalam ceramahnya.

Baca Juga: Wanita Ini Rutin Beri Gula Sebagai Pakan Semut Agar Dapat Berkah

Hukum buka puasa salah lihat jamHukum buka puasa salah lihat jam Foto: iStock

Dalam video di channel YouTube Kajian Ar-Rahman, Ustaz Khalid Basalamah mendapat pertanyaan, baaimana hukumnya jika buka puasa tetapi salah lihat jam?

Ustaz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa jika buka puasa salah waktu maka wajib menggantinya di hari lain. Ustaz Khalid menyarankan agar tidak terpaku pada jam, melainkan keadaan langit.

"Harus ganti dengan hari yang lain. Karena kita tidak harus lihat jam, kita lihat di luar langit masih terang apa sudah gelap," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Dalam penjelasannya, Ustaz Khalid Basalamah juga menyamakan kondisi di mana kita berpuasa di dua negara. Misalnya kita sahur di Indonesia, kemudian kita terbang ke Saudi Arabia.

Baca Juga: Ada Nasi Ayam Rp 1.500 di Solo, Netizen: Jualan Nyari Hikmahnya

Hukum buka puasa salah lihat jamHukum buka puasa salah lihat jam wajib mengganti puasanya di hari lain Foto: iStock

"Indonesia sama Saudi kan beda 4 jam. Kalau misalnya kita sampai di Saudi tapi waktu setempat belum buka meskipun di Indonesia sudah buka ya jangan buka dulu," ujar Ustaz Khalid Basalamah.

Jadi, Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa jam bukan jadi tolak ukur untuk menentukan waktu berbuka. Sesuai dengan definisi puasa adalah menahan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Dikutip dari NU Online (28/04/21), para ulama syafi'iyah juga menganggap bahwa puasa salah waktu adalah batal, seperti yang tercatat dalam kitab Al-Fiqh Al-Manhaji.

"Ketika seseorang berbuka di akhir sore, karena menyangka bahwa matahari telah terbenam (tiba waktu Maghrib),".

"Lalu tampak padanya setelah itu bahwa matahari belum terbenam, maka puasanya batal dan wajib baginya untuk mengqadha puasa tersebut," (Dr. Mushtafa Said al-Khin dan Dr. Mushtafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ala Madzhab al-Imam as-Syafi'i, juz 2, hal. 54)

Baca Juga: Hikmah Makan dengan Tangan, Kebiasaan Baik yang Dicontohkan Rasulullah SAW



Simak Video "Kastangel hingga Putri Salju Paling Banyak Diburu Jelang Lebaran"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)