Punya Berkas Khusus Tentang Perilaku Pengunjung, Restoran Hotpot Ini Dikritik

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 02 Mar 2022 12:30 WIB
Pria Minta Ganti Rugi Rp 22 Juta karena Temukan Kondom di Dalam Hotpot
Foto: Min News/iStock
Jakarta -

Simpan berkas atau data khusus yang meneliti perilaku dan kebiasaan setiap pengunjung. Restoran hotpot ternama di China ini dikritik banyak orang.

Meneliti atau mencatat setiap gerak-gerik pengunjung atau pelanggan ketika makan di restoran. Merupakan salah satu strategi marketing yang dilakukan restoran hotpot Haidilao di China, untuk mempelajari setiap pelanggan mereka secara diam-diam.

Dilansir dari NextShark (01/03), kabar ini muncul setelah seorang wanita asal Shanghai dengan nama samaran Naliyouzhimiao, mengunggah sebuahunggahan di media sosial dan di situs e-commerce Xiaohongshu, yang menyatakan bahwa restoran Haidilao diam-diam mencatat semua data dan kebiasaan setiap pengunjung mereka.

Baca Juga: Dikira Getok Harga, Netizen Ini Terkejut Pesan Bubur Harganya Rp 100 Ribu" selengkapnya

Catatan ini tak hanya berupa menu makanan yang dipesan, atau kebiasaan mereka. Tapi data ini juga dilengkapi dengan deskripsi fisik pelanggan yang mendetail, sampai mengobservasi perilaku para pelanggan lewat data yang mereka kumpulkan..

Nali mengunggah beberapa foto sebagai bukti, di mana foto itu berisi data restoran Haidilao yang terbagi ke dalam empat kategori berbeda. Salah satu kategorinya, menjelaskan tentang detail seperti beberapa pelanggan lebih suka air putih dan jeruk yang sudah dikupas.

Kemudian ada juga kategoridiskripsi fisik, di mana setiap pelanggan dituliskan oleh mereka ciri-ciri fisik. Seperti pelanggan yang memilikitibuh kurus, tubuh gemuk, warna kulit sehat dan sebagainya. Semua ini dicatat di dalam database restoran.

Bawa Mie Sendiri Saat Makan di Restoran Hotpot, Pengunjung Ini Dicap PelitHotpot: TikTok DailyDot

Unggahan ini lanjut viral di Weibo, di mana restoran manajer Haidilao meminta maaf atas hal ini, dan menawarkan Nali sejumlah hadiah sebagai bentuk kompensasi.

Banyak netizen yang merasa bahwa apa yang dilakukan pihak Haidilao masuk ke dalam pelanggaran privasi. Mereka merasa tidak nyaman, bahwa aktivitas makan mereka selama di restoran ternyata diawasi, dicatat dan dianalisis.

Sementara banyak juga yang merasa tidak ada salahnya pihak restoran mengumpulkan hal dan data ini. Selama pihak restoran menjaga kerahasiaan data setiap pengunjung atau pelanggan.

Hal ini juga didukung oleh pernyataan firma hukum di Shanghai, yaitu Zheng Ce Law Firm. Pihaknya mengatakan bahwa menyimpan data diri konsumen bukan lah tindakan yang ilegal. Selama semua data dan informasi disimpan secara rahasia, dan digunakan untuk keperluan yang tidak merugikan orang lain.

Baca Juga: Ngaku Kena Getok Harga, Pengguna Facebook Ini Malah Kena Nyinyir Netizen" selengkapnya



Simak Video "Bikin Laper: Sajian Super Unik dari Resto Hotpot di PIK"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)