Warung Sunda

Raos Pisan! Ayam Kampung Goreng dan 3 Sambal di Warung Urang Sunda

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 12 Feb 2022 12:00 WIB
Jakarta -

Warung Sunda ini cocok dikunjungi keluarga untuk akhir pekan. Kamu akan dipuaskan dengan aneka lauk prasmanan dengan tiga sambal favorit.

Makanan Sunda tak pernah salah di lidah siapa saja, meskipun sederhana hanya berupa nasi, lauk rumahan, lalapan dan sambal. Kondimen itu dirasa seperti paket lengkap dari masakan Sunda.

Beberapa lauk rumahan yang menjadi identik dari masakan Sunda adalah ayam goreng kampung, ikan goreng, pepes, tumis cumi, pete dan jengkol. Itu semua dapat dinikmati di Warung Nasi Urang Sunda.

Warung Nasi Urang Sunda ini merupakan warung Sunda kaki lima dengan konsep prasmanan. Lokasinya berada di Jalan Raya Serpong, Pondok Jagung, Tangerang Selatan.

Baca Juga: Masakan Manado Halal hingga Roti Srikaya Enak Ada di ITC Kuningan

Warung Nasi Urang SundaSuasana Warung Nasi Urang Sunda Foto: detikcom/Riska Fitria

Kepada detikcom (09/02) Lulu selaku adik dari pemilik warung makan ini mengatakan bahwa Warung Nasi Urang Sunda didirikan oleh sang kakak, Syaiful pada tahun 2015 lalu.

"Kita itu udah dari 2015, jadi udah 7 tahun sekarang. Konsepnya itu warung Sunda sederhana ya dengan prasmanan," ujar Lulu.

DetikFood pun menyambangi warungnya tepat di jam makan siang. Suasananya ramai, pembeli secara bergiliran antre di gerobak prasmanan. Warungnya sederhana, membentuk saung bambu khas restoran Sunda.

Di gerobak prasmanan berjajar aneka lauk mulai dari ayam, tempe, tahu, sate ati ampela, sate usus, paru, ikan, bakwan jagung, udang, cumi, pepes dan petai yang menggantung di atasnya.

Sementara itu di meja sampingnya ada menu pelengkap berupa urap, oncom, jengkol, kentang dan tumisan sayur lainnya. Jadi, pengunjung bisa langsung ambil piring dan memilih aneka lauk.

Warung Nasi Urang SundaAneka lauk di Warung Nasi Urang Sunda yang bisa dipilih secara prasmanan Foto: detikcom/Riska Fitria

Baca Juga: 10 Masakan Sunda yang Terkenal Enak Ini Wajib Kamu Coba!

Kami memesan ayam goreng kampung, sate-satean jeroan, ikan goreng, pepes dan cumi goreng. Setelah ambil lauk, berikan kepada pelayan untuk dicatat dan digoreng.

Setelah itu, pengunjung hanya perlu menunggu di meja makan yang sudah tersedia tiga cobek berisi sambal dengan varian berbeda. Ada sambal jebleh, sambal tomat dan sambal terasi.

Pelayan akan langsung memberi nasi yang disajikan di bakul. Tak perlu menunggu lama, lauk-pauk yang sudah kamu pesan pun panas mengepul lalu langsung diantar ke meja kami.

Warung Nasi Urang SundaAneka menu di Warung Nasi Urang Sunda yang sudah digoreng Foto: detikcom/Riska Fitria

Semua lauk pilihan tadi disajikan dalam satu wadah. Aroma gurih dari bumbu kuningnya pun sangat terasa kuat. Kemudian diberi tambahan kremesan untuk memberi tekstur saat memakannya.

Untuk lalapannya juga disajikan di wadah berbeda. Ada selada, daun kemangi, pohpohan, timun dan terong hijau bulat. Kami memadukan sendiri di satu piring.

Nasi, lauk ikan mujair goreng, sate ati ampela, dan tiga sambal. Semua kondimen dimakan dalam satu gigitan menghasilkan perpaduan rasa yang sempurna.

Lauknya asin gurih, harum dan renyah, ditambah dengan sambal terasi yang menurut kami lebih cenderung manis. Berbeda dengan sambal jebleh yang sukses membuat kami berkeringat.

Warung Nasi Urang SundaSeporsi menu di Warung Nasi Urang Sunda Foto: detikcom/Riska Fitria

Tambahan sayur asem juga memberikan cita rasa tersendiri, yakni gurih dan asam segar. Membuat nafsu makan kami semakin tinggi. Apalagi saat paru goreng kering dan ayam kampung yang empuk dan jadi salah satu lauk favorit di sini.

Tak heran jika warung ini selalu ramai setiap harinya. Lulu mengatakan bahwa dalam sehari warungnya bisa menghabiskan ratusan hingga ribuan potong ayam.

"Kalau hari biasa bisa 400 sampai 1.000 potong ayam. Kalau nasi itu bisa 60 kilogram sampai 240 kilogram pas Sabtu-Minggu," tuturnya.

Selain di Jalan Raya Serpong, Warung Urang Sunda juga dapat dinikmati di kawasan BSD. Warung ini buka setiap hari mulai dari pukul 09.00 - 21.00.

Baca Juga: Bale Nyai: Sedapnye! Bandeng Pecak hingga Ayam Cingkrang Sambel Jawara

(raf/odi)