ADVERTISEMENT

Merasa Kena Getok Harga Gegara Berat Dada Ayam Miliknya Selisih 59 Gram

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Senin, 07 Feb 2022 12:30 WIB
Merasa Kena Getok Harga Gegara Berat Dada Ayam Miliknya Selisih 59 Gram
Foto: TikTok ninamonzolevska via Mothership SG
Jakarta -

Merasa kena getok harga, warganet ini menunjukkan bukti dada ayam yang ia beli di supermarket. Di labelnya tercantum berat 224 gram, tapi ternyata ketika ia timbang sendiri, berat dada ayam hanya 165 gram.

Getok harga adalah kejadian yang merugikan konsumen. Selain terjadi di tempat makan yang pengelolanya sengaja menaikkan harga menu, getok harga juga bisa terjadi di supermarket atau toko bahan makanan segar.

Penjual mungkin mencurangi konsumen dengan menuliskan informasi keliru mengenai berat makanan yang dijual. Berat yang tertulis di kemasan ternyata tak sesuai dengan aslinya.

Salah satunya dialami wanita di Singapura bernama Nina Monzolevska. Melalui akun TikToknya, ninamonzolevska, ia mengatakan kecewa dengan supermarket FairPrice.

"FairPrice sepertinya tidak fair (adil) lagi," katanya di keterangan video. Nina menunjukkan sepaket dada ayam yang dibelinya. Tertulis di kemasan kalau berat dada ayam itu 224 gram, kemudian Nina iseng menimbang sendiri dada ayam tersebut.

Ternyata beratnya hanya 165 gram, sudah termasuk berat kemasan. Terdapat selisih 59 gram yang menurut Nina merugikan. Sementara harga dada ayam itu normal, sesuai dengan berat 224 gram, yaitu SGD 2.42 atau sekitar Rp 25.900.

Merasa Kena Getok Harga Gegara Berat Dada Ayam Miliknya Selisih 59 GramDada ayam yang seharusnya 224 gram ternyata hanya 165 gram Foto: TikTok ninamonzolevska via Mothership SG

Nina pun merasa seperti menjadi korban getok harga akibat hal ini. Ia mengatakan terdapat supermarket melakukan kecurangan penambahan harga sebesar 36%. Seharusnya dengan berat 165 gram, dada ayam tersebut dijual SGD 1.78 saja alias sekitar Rp 19 ribu.

Kepada Mothership SG (6/2/2022), Nina mengatakan ia membeli dada ayam tersebut di Fairprice Xtra yang berlokasi di mal Nex yang ada di Serangoon. Pembeliannya pada 5 Februari 2022.

Nina juga menginformasikan kalau ini bukan kali pertama ia mendapati adanya kekeliruan berat makanan yang dijual di supermarket. Karenanya ia tak ragu menimbang sendiri berat bahan makanan tersebut saat masih di supermarket.

Namun saat membeli dada ayam tersebut, Nina sedang buru-buru sehingga ia menimbang sendiri di rumah. "Ketika saya sampai rumah dan mulai mengeluarkan barang-barang yang saya beli, daging ayam ini terasa sangat ringan untuk sesuai dengan berat yang tertera di label," katanya.

Menanggapi keluhan Nina, FairPrice mengatakan pihaknya sangat menjaga integritas, termasuk menjaga keakuratan informasi di label makanan. Karenanya pihak FairPrice telah menghubungi Nina untuk investigasi lebih lanjut.

Dada ayamDada ayam menjadi topik getok harga terbaru di Singapura Foto: iStock

"Kami juga meminta pelanggan yang menemukan ketidaksesuaian pelabelan produk untuk segera menghubungi staf toko kami sehingga kami dapat memperbaiki masalah ini tepat waktu," tulis FairPrice di unggahan Facebook. Mereka menawarkan solusi pengembalian dana penuh atau penukaran untuk produk yang dilabeli secara tidak akurat.

Melihat unggahan Nina, banyak warganet ikut berkomentar. Salah satunya menyayangkan tindakan Nina yang 'membawa' masalah ini ke media sosial, namun Nina punya alasan khusus.

Ia merasa hanya bertujuan mencegah orang-orang agar tidak mengalami hal serupa seperti getok harga ini. Banyak juga warganet yang membela tindakannya.

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT