Awalnya Jijik, Ini Alasan Orang Korea Selatan Kini Doyan Makan Perut Babi

Riska Fitria - detikFood Minggu, 16 Jan 2022 17:00 WIB
Alasan orang Korea doyan makan perut babi Foto: iStock
Jakarta -

Awalnya dianggap sebagai makanan tak sehat, kini daging babi justru digandrungi orang Korea terutama pada bagian perut babi. Ternyata ini alasannya.

Di Indonesia daging babi dianggap sebagai makanan haram sebab mayoritas masyarakat Indonesia merupakan umat Muslim. Karenanya, daging ayam, sapi dan kambing lebih populer.

Berbeda dengan Korea Selatan daging babi sangat populer dikonsumsi. Bahkan hampir setiap restoran di sana selalu menyajikan menu berbahan dasar daging babi.

Populernya daging babi di Korea Selatan memiliki sejarah yang panjang. Padahal awalnya daging babi dianggap sebagai makanan tak sehat oleh masyarakat Korea Selatan.

1. Awalnya Lebih Daging Sapi Lebih Populer dari Daging Babi

5 Alasan Khusus Mengapa Babi Diharamkan bagi MuslimAwalnya orang Korea lebih tidak suka makan daging babi Foto: Getty Images/iStockphoto/GO

Jauh sebelum mengonsumsi daging babi, masyarakat Korea Selatan lebih suka makan daging sapi. Itu karena sapi memiliki daging yang lebih banyak daripada babi.

Mengutip dari Goody Malaysia, awalnya masyarakat Korea Selatan jarang yang memelihara babi karena babi mengonsumsi biji-bijian.

Sementara saat itu, hasil panen gandum sangat rendah, sehingga harganya mahal. Selain itu, ada kabar yang berhembus bahwa daging babi adalah makanan yang tak sehat.

Baca Juga: Gurih Mantap! Nasi Campur Halal di Bali Buatan Mek Juwel

2. Dianggap dapat Menyebabkan Wasir

Alasan orang Korea doyan makan perut babiDulu orang Korea mempercayai bahwa mengonsumsi daging babi bisa menyebabkan wasir Foto: iStock

Dikutip dari National Geographic, pada masa Dinasti Joseon ramai isu yang menyebutkan bahwa makan daging babi bisa menyebabkan wasir. Apalagi babi saat itu diberi makan sampah.

Seperti sisa makanan, kotoran manusia hingga kotoran selokan. Karenanya masyarakat Korea Selatan menganggap daging babi sebagai makanan tak sehat.

Kemudian di tahun 1970, masyarakat Korsel mulai memelihara babi dengan tujuan untuk diekspor. Ekspor daging babi paling banyak dilakukan ke Jepang.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com