Emak-emak Jangan Panik! Harga LPG Naik Mengikuti Harga Minyak Goreng dan Telor

ADVERTISEMENT

Emak-emak Jangan Panik! Harga LPG Naik Mengikuti Harga Minyak Goreng dan Telor

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 27 Des 2021 10:30 WIB
PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menarik tabung biru Elpiji 12 kilogram (kg). Selanjutnya, Pertamina memasok ke konsumen tabung Bright Gas 12 kg.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Harga gas LPG resmi naik mulai kemarin (25/12). Kenaikan harga ini menyusul harga telor, ayam segar, minyak goreng dan cabe yang sudah lebih dulu melejit harganya.

Bukan hal yang aneh lagi jika menjelang hari-hari besar akan terjadi kenaikan harga bahan makanan pokok di pasaran. Namun pada akhir tahun 2021 ini, mulai sejak menjelang Natal berbagai bahan pokok sudah begitu melonjak harganya.

Kenaikan harga ini tentunya banyak dikeluhkan oleh para konsumen terutama ibu rumah tangga. Bukan seribu atau dua ribu saja, kenaikan harga pada bahan-bahan pokok ini bahkan mencapai hingga hampir 100% dari harga normalnya.

Disoroti juga oleh Bank Indonesia (BI) beberapa harga bahan pokok memang diakui mengalami inflasi yang cukup tinggi. Ada banyak sekali bahan pokok yang dilaporkan mengalami kenaikan harga dengan begitu tinggi dan dikeluhkan karena cukup mencekik bagi pengeluaran rumah tangga.

Baca juga: 5 Crazy Rich Ini Rayakan Natal dengan Mewah dan Meriah

penjualan minyak goreng di carrefourFoto: Istimewa

1. Minyak Goreng

Diurutan tertinggi, ada kenaikan minyak goreng yang bahkan mencapai dua kali lipat dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Perlu diketahui bahwa HET untuk seliter minyak goreng ditetapkan oleh pemerintah ada pada kisaran harga Rp 11 ribu per liter, sedangkan harga yang kini ditetapkan di pasaran melonjak mencapai lebih dari Rp 20 ribu per liter.

Menurut pantauan detikfood (2612) hari ini minyak goreng kemasan pouch ukuran 1000 mililiter atau 1 liter di supermarket berada pada kisaran Rp 22.100 hingga Rp 23.700. Sedangkan untuk minyak goreng kemasan pouch ukuran 2 liter dibanderol pada harga Rp 40.190 hingga Rp 45.890.

2. Telur Ayam

Bukan hanya minyak goreng saja tetapi banyak bahan pokok lain seperti telur ayam yang harganya juga meroket. Sebelum mendekati Natal dan tahun baru, harga telur ayam masih berada di kisaran Rp 29.000. Namun berdasarkan data pada Informasi Pangan Jakarta (26/12) harga rata-rata telur ayam di Jakarta mencapai Rp 30.645 per kilogram, dengan harga tertingginya berada pada Rp 33.000 per kilogram.

PT Pertamina (Persero) dikabarkan akan menarik tabung biru Elpiji 12 kilogram (kg). Selanjutnya, Pertamina memasok ke konsumen tabung Bright Gas 12 kg.Foto: Rifkianto Nugroho

3. Gas LPG

Bahan bakar rumah tangga seperti gas elpiji juga dikabarkan masih beranjak naik harganya. Kenaikan harga gas elpiji non subsidi bahkan dilaporkan oleh Pertamina berkisar antara Rp 11.000 hingga Rp 15.000.

Kenaikan harga yang terjadi sejak November 2021 lalu ini diakui sebagai harga tertinggi sejak tahun 2014 dan terus meningkat hingga 57% sejak Januari 2021. Harga gas elpiji ukuran 5,5 kilogram isi ulang sebelumnya dibanderol dengan harga Rp 65.000 kini menjadi Rp 76.000 sedangkan untuk gas 12 kilogram dari harga Rp 148.000 kini Rp 173.000. Tetapi untuk gas melon atau tabung hijau berukuran 3 kilogram harganya tetap pada angka Rp 22.000.

Baca juga: Kocak! Begini Reaksi Komedian Usai 'Tertipu' Isian Roti Favorit

4. Cabai dan Bawang

Menjadi bahan pokok yang paling sensitif terhadap fluktuasi harga, berbagai jenis cabai juga alami kenaikan yang signifikan. Berdasarkan data Informasi Pangan Jakarta (26/12) harga cabai sedang berada pada kisaran Rp 60.000 hingga Rp 30.000 per kilogram berdasarkan jenisnya.

Cabai merah keriting tertinggi berada pada Rp 60.000 per kilogram dengan rata-rata harga Rp 48.853 per kilogram. Sedangkan untuk cabai merah besar berada pada harga tertingginya Rp 80.000 per kilogram dan harga rata-rata Rp 54.438 per kilogram.

Varietas cabai rawit juga mengalami kenaikan yang signifikan bahkan meroket tajam dibandingkan dengan cabai merah. Untuk cabai rawit merah dibanderol dengan harga tertinggi Rp 130.000 per kilogram dan harga rata-ratanya Rp 102,941 kilogram. Sementara itu cabai rawit hijau berada pada harga tertinggi Rp 70.000 per kilogram dan kisaran harga rata-ratanya mencapai Rp 56.059 per kilogram.

Ketika harga cabai melonjak tentu ada harga bawang yang juga ikut naik. Per 26 Desember 2021, harga bawang merah berada pada kisaran Rp 40.000 per kilogram dan bawang putih mengikuti pada kisaran Rp 29.911 per kilogram.

Baca juga: 5 Tips Mudah Jaga Berat Badan Setelah Berhasil Diet



Simak Video "Menikmati Pedasnya Olahan Cabai Gendot Khas Dieng"
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT