Mengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku Utara

Riska Fitria - detikFood
Selasa, 07 Des 2021 07:00 WIB
Mengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku Utara
Foto: Materi Presentasi Dyah Ayu dan Iswan
Jakarta -

Di Jailolo, Maluku Utara, ada sebuah desa yang memiliki tradisi memasak yang disebut rimo. Teknik memasak tersebut masih sangat kuno. Ini faktanya.

Daerah Jailolo berada di Kecamatan Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. Untuk menuju ke Jailolo bisa dengan menaiki kapal laut yang melalui Tidore.

Dalam acara Moloku Kie Raha bersama Aksara Pangan (28/11/21), Dyah Ayu selaku Konsultan Budaya Halmahera dan Iswan selaku kepala desa Bobanehena menjelaskan tentang kehidupan masyarakat Desa Bobanehena.

Mereka menyebutkan bahwa Desa Bobanehena memiliki teknik memasak kuno yang biasa dilakukan oleh para petani di sana. Teknik memasak tersebut dikenal dengan sebutan rimo.

Baca Juga: 7 Makanan Khas Maluku yang Wajib Dicicip Para Wisatawan

1. Apa itu Rimo?

Mengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku UtaraMengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku Utara Foto: Materi Presentasi Dyah Ayu dan Iswan

Iswan menjelaskan bahwa masyarakat Jailolo tidak hanya berprofesi sebagai nelayan, tetapi sebagian ada juga yang berprofesi sebagai petani.

Nah, para petani tersebut memiliki tradisi memasak khusus yang disebut rimo. Rimo merupakan teknik memasak tradisional menggunakan bambu.

"Konon, masakan rimo ini adalah makanan kegemaran para sultan Jailolo pada masa lalu. Rimo ini masih turun temurun digunakan oleh leluhur kami hingga sekarang," kata Iswan.

2. Ciri Khas Rimo

Mengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku UtaraMengenal Rimo, Teknik Masak Kuno Khas Masyarakat Jailolo Maluku Utara Foto: Materi Presentasi Dyah Ayu dan Iswan

Jika melihat teknik memasak tradisional menggunakan bambu, sebenarnya di daerah-daerah lain juga ada. Namun, ada satu perbedaan yang menjadi ciri khas rimo.

Iswan menjelaskan bahwa dalam teknik memasak rimo ini tidak menggunakan air sama sekali. Jadi, bambu dipotong kemudian dijadikan wadah untuk memasak.

Selain itu, Dyah Kusuma juga menambahkan bahwa jenis bambu yang digunakan tidak boleh terlalu tua dan tidak terlalu muda. Dua hal itulah yang membedakan rimo dengan teknik memasak menggunakan bambu lainnya.

"Rimo berbeda, tidak diwajibkan menggunakan air untuk setiap masakan, seperti masak nasi misalnya," tutur Iswan.

Baca Juga: 5 Fakta Ngogu Adat, Makanan dalam Acara Adat Maluku