Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam

Riska Fitria - detikFood Kamis, 18 Nov 2021 11:00 WIB
Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam Foto: YouTube Uya Kuya TV
Jakarta -

Liburan ke Bali, Uya Kuya diminta krunya untuk menemani dan traktir makan babi guling. Dalam hal ini bagaimana hukumnya dalam Islam?

Belum lama ini artis Uya Kuya tengah berlibur ke Bali. Momen itu ia bagikan lewat beberapa video di channel YouTube Uya Kuya TV. Mulai dari review villa hingga kulineran.

Ada salah satu video Uya Kuya yang membuat netizen penasaran, yakni video dengan judul 'Uya Kuya Makan Babi di Bali? Sampai Ustaz Turun Tangan'.

Baca Juga: Kejadian Seputar Konsumsi Daging Babi Viral yang Bikin Heboh

Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam IslamUya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam Foto: YouTube Uya Kuya TV

Ternyata dalam video berdurasi sekitar 14 menit itu, Uya Kuya yang seorang Muslim tidak benar-benar makan babi. Ia hanya menemani para krunya untuk makan babi di warung babi guling yang populer di Bali.

Warung tersebut dikenal dengan nama Warung Babi Guling Sari Dewi. Ia mengatakan bahwa dua kru YouTubenya merupakan non muslim, sehingga mereka meminta makan babi guling.

Karena Uya Kuya tidak makan babi, kedua krunya tersebut kemudian meminta Uya Kuya menemani makan di warung babi. Awalnya Uya Kuya ragu, hingga akhirnya ia menghubungi Ustaz Syam.

Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam IslamUya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam Foto: YouTube Uya Kuya TV

Uya Kuya menanyakan kepada Ustaz Syam bagaimana hukumnya jika seorang muslim masuk ke warung makan yang menawarkan menu babi. Ustaz Syam menjawab tidak apa-apa selama tidak ikut makan.

"Mencium baunya juga gak mengharamkan sebenernya cuma dikhawatirkan jadi ngiler terus makan. Kalau masuk doang ya gak papa," ujar Ustaz Syam lewat sambungan telepon.

Baca Juga: Ini Rahasia Kulit Babi Guling Glowing dan Garing Renyah dari Foodies Bali

Selama di warung makan babi guling tersebut, Uya Kuya justru menggantikan posisi krunya sebagai kameramen. Ia merekam kedua krunya tersebut yang sedang makan siang dengan menu babi guling.

Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam IslamUya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam Foto: YouTube Uya Kuya TV

Uya Kuya mengatakan kalau dirinya sama sekali tidak tergoda dengan babi guling. Setelah selesai makan, kedua krunya tersebut minta dibayarkan oleh Uya Kuya sebagai bos.

Lagi-lagi, istri Astrid tersebut merasa ragu dan kembali menghubungi Ustaz Syam lewat telepon. Ia menanyakan bagaimana hukumnya juga muslim mentraktir orang makan babi.

Ustaz Syam menjelaskan bahwa itu tidak haram, selama yang ditraktir makan babi adalah non muslim. Hal tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia untuk saling mengasihi.

"Babi kan gak haram buat mereka,jadi ya sama aja kalau kita kasih duit ke mereka terserah mereka mau beli apa. Jadi mas UYa kasih aja duitnya ke mereka, biar mereka yang bayar ke kasih," ujar Ustaz Syam.

Uya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam IslamUya Kuya Traktir Orang Makan Babi Guling, Ini Hukumnya dalam Islam Foto: YouTube Uya Kuya TV

"Jadi ada dua, ada hak sesama manusia dan hak seagamanya. Nah ini jatuhnya gak sesama manusia, jadi ya boleh-boleh aja kita traktir makan," tutupnya Ustaz Syam.

Video YouTube Uya Kuya tersebut pun ramai ditanggapi netizen. Tak sedikit netizen yang terharu dengan keteguhan Uya Kuya untuk tidak mengonsumsi babi.

"Mas Uya luar biasa, sukses selalu. Tetap jaga aqidah dimanapun dan sampai kapanpun," tulis netizen.

"Yang kuat ya mas Uya imannya. Saya salut sama mas Uya tetap dalam pendirian iman ya takut sama larangan Allah. Sukses terus mas Uya," tulis netizen lainnya.

Baca Juga: 4 Sosis dan Daging Babi Ini Berlogo Halal, Ini Fakta Sesungguhnya



Simak Video "Kreasi Liwetan Ala Chef Steby bersama ABC Sambal Nusantara"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com