Cerita Inspiratif di Balik Sirup Jeruk Kunci Khas Bangka Belitung

Angga Laraspati - detikFood Kamis, 07 Okt 2021 14:03 WIB
Jeruk kunci diolah oleh Herawati menjadi minuman segar dan berkhasiat. Minuman jeruk ini juga sudah sampe ke Korsel loh.

Ya, kesulitan dalam memulai sebuah usaha kerap dirasakan oleh beberapa pengusaha. Sama halnya dengan yang dialami oleh Herawati, seorang perempuan yang tinggal Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung ini. Foto: Rachman_punyaFOTO
Pangkal Pinang -

Memulai sebuah usaha dari nol memang memiliki banyak tantangan, salah satunya adalah modal. Sama halnya dengan yang dialami oleh Herawati, perempuan asal Kota Pangkal Pinang, Provinsi Bangka Belitung yang merintis sebuah usaha dari modal minim.

Dulunya, perempuan ini adalah seorang ibu rumah tangga yang nyambi berjualan kue kering. Kemudian ia mencoba peruntungan untuk memulai bisnis olahan jeruk kunci berupa sirup di tahun 2012. Ia menilai jeruk kunci sebagai komoditas yang sering ditemukan di Bangka Belitung.

Bentuknya memang sama seperti jeruk nipis yaitu kecil, bulat dan berwarna hijau, tetapi rasa dari jeruk kunci bisa dibilang lebih asam dari jeruk nipis pada umumnya. Jeruk kunci juga banyak tumbuh di daerah Bangka Belitung.

"Di pasar-pasar juga banyak dilihat melimpah ya dengan harga yang lumayan masih relatif murah. Saya berpikir ingin membuat minuman dari bahan jeruk kunci itu. Dari situ saya berpikir bahwa sepertinya jeruk kunci ini punya nilai jual," imbuh Herawati kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Tetapi, ketika memulai usahanya Herawati hanya memiliki modal pas-pasan. Untuk membeli bahan produksinya, ia hanya membeli di pasar. Dulu pembuatannya pun masih dibantu oleh anak-anak tetangga. Herawati hanya memberikan upah seadanya.

"Memang saya tuh mulai tidak punya apa-apa, kalau punya uang ya dibelikan jeruk. Terus waktu itu pembuatannya juga masih dibantu anak-anak tetangga. Kalau beli jeruk itu dulu 5 kilo sampai 10 kilo. Bisnis ini saya bangun dari kecil, sampai resep aja saya juga lihat di internet," ucap Herawati sembari mengusap sedikit air matanya.

Dahulu ia menjual sirup jeruk kunci dari toko ke toko dengan sistem menitipkan barang. Namun upaya tersebut tak banyak membuahkan hasil.

"Saya malu sekali ketemu dengan orang, tapi ya harus dijalani. Setiap minggu saya kontrol toko mana yang ada. Pasti setiap toko yang selalu yang ramai pengunjungnya. Ada juga toko yang mau jual putus, wah di situ saya senang sekali," katanya.

Olahan jeruk kunci khas Bangka Belitung.Olahan jeruk kunci khas Bangka Belitung. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

Singkat cerita, di tahun 2014 Herawati mendapatkan pelatihan UMKM dari PT Timah soal wirausaha. Sejak pelatihan tersebutlah, ia bersemangat lagi untuk menjadikan jeruk kunci sebagai oleh-oleh khas Bangka Belitung.

Makin lama, sirup jeruk kunci yang diproduksi oleh Herawati mulai terkenal. Ia pun mencoba untuk menjualnya di alun-alun dengan bermodalkan satu cooling box. Dari hasil penjualannya, ia belikan beberapa botol hingga banner untuk mempromosikan produknya di alun-alun.

Walau begitu, ia menyadari olahan jeruk kunci kurang laku di pasaran lokal. Gayung bersambut, PT Timah memberikan bantuan modal kepada Herawati untuk mengembangkan usahanya.

Tak hanya bantuan modal, produknya juga diikutkan berbagai pameran yang ada di Jakarta hingga Solo. Dari sinilah, usaha Herawati yang dimulai dari nol mulai berkembang dan makin dikenal oleh khalayak luas. Bahkan, produksi dari Herawati meningkat 2 hingga 3 kali lipat setelah menjadi mitra UMKM binaan PT Timah. Dari yang awalnya hanya membeli 5-10 kg jeruk kunci di pasar, sekarang bisa memesan 200 kg jeruk kunci ke petani.

Olahan jeruk kunci khas Bangka Belitung.Olahan jeruk kunci khas Bangka Belitung. Foto: Rachman Haryanto/detikcom

"Efek positifnya (bantuan dari PT Timah) produk kita jadi lebih terkenal. Apalagi kita juga sering diajak pameran keluar daerah kan di Jakarta kemudian ke Solo juga pernah. Kita bertemu dengan berbagai orang, ada buyer yang memang tertarik ingin kerja sama dengan minuman produk kita. Jadi ini meningkatkan penjualan begitulah intinya," imbuh Herawati.

Bukan pasar lokal juga, tetapi Herawati juga pernah mengirimkan 600 botol dengan ukuran 250 ml ke Busan, Korea Selatan di tahun 2019. Kala itu, ada pihak kedua yang mencari jeruk kunci untuk dijual ke Korea Selatan.

"Jadi pakai pihak kedua, nggak secara langsung. Ada dari Jakarta yang memang mencari jeruk kunci waktu pameran di Jakarta dan itu dikirimkan ke Busan, Korea Selatan. Selain itu kami juga memiliki pemasaran di luar kota seperti Jakarta, Depok, Cirebon juga ada Palembang hingga Lampung," ujarnya.

Soal omzet, perempuan lulusan UNPAD ini mengaku bisa mengantongi puluhan juta dalam satu bulannya. Ia pun juga memberdayakan petani jeruk kunci dengan terus membeli hasil panen mereka setiap kali ini produksi.

"Kalau omzet sebelum pandemi bisa Rp 30 juta per bulan, masa pandemi ini turun jadi Rp 10 juta. Kalau produksi kita beli dari petani dengan harga Rp 4.000 per kilonya. Itu sudah harga beli tetap kita dari petani, karena saya menghargai petani" tuturnya.

Sebagai penerima modal dari PT Timah, Herawati berharap PT Timah tetap berkomitmen membantu pelaku usaha dan juga mitra binaannya sampai usaha tersebut naik kelas. Ia juga berterima kasih karena sudah membantu usahanya dari nol kecil hingga kini sudah naik kelas.

"Alhamdulillah yang sebelumnya saya belum punya rumah produksi sekarang saya mempunyai rumah produksi sendiri yang impian saya. Semoga PT Timah tetap selalu mendukung UMKM," pungkasnya.

Sebagai informasi, detikcom bersama MIND ID mengadakan program Jelajah Tambang berisi ekspedisi ke daerah pertambangan Indonesia. detikcom menyambangi kota-kota industri tambang di Indonesia untuk memotret secara lengkap bagaimana kehidupan masyarakat dan daerah penghasil mineral serta bagaimana pengolahannya.

Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/jelajahtambang.



Simak Video "Bikin Laper: Autentiknya Bakso Tetelan yang Viral di Cipete Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com