Untung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu Lahan

Diah Afrilian - detikFood Sabtu, 02 Okt 2021 14:30 WIB
Untung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu Lahan Foto: YouTube/Zamrud Channel
Jakarta -

Mengurus lahan pertanian bukan hal mudah, tetapi di tangan petani ini sebuah lahan pertanian bisa sangat produktif. Ia sukses mengombinasikan 10 jenis tanaman sekaligus!

Para petani harus melalui banyak tantangan dalam mengelola lahan pertanian. Gangguan hama, perubahan iklim, hingga risiko gagal panen sudah seperti 'makanan sehari-hari' yang harus dihadapi oleh para petani.

Terlebih jika suatu tanaman belum memasuki musimnya atau tumbuhnya tidak efektif. Peluang untuk mengalami kegagalan panen dan kerugian yang cukup besar mengancam kehidupan para petani.

Menerapkan sistem tumpang sari atau menanam beberapa jenis tanaman dalam satu lahan biasanya dilakukan agar petani dapat mengatasi kerugian
yang mungkin dialami akibat gagal panen dari beberapa jenis tanaman. Salah satunya dilakukan petani ini yang berhasil mengombinasikan hingga sepuluh
jenis tanaman dalam satu lahan.

Untung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu LahanUntung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu Lahan Foto: YouTube/Zamrud Channel

Mengutip YouTube Zamrud Channel, Sugeng, merupakan seorang petani di Jawa Tengah yang telah sukses mengombinasikan sepuluh jenis tanaman dalam satu lahan. Ada bawang merah, labu madu, cabai laba, ketimun batara, tomat, dan berbagai tanaman lain yang tumbuh di lahannya.

Keberhasilan yang didapat oleh Sugeng tidak terlepas dari bimbingan dan pelatihan yang diberikan oleh tim produsen bibit. Sebagai lahan baru, tanah perkebunan milik Sugeng dianggap sebagai yang berpotensi untuk dijadikan contoh bagi petani lainnya.

"Ini daerahnya kan tergolong baru, di daerah ini sebenarnya petani sayur masih sedikit. Sehingga saat bekerja sama dengan Pak Sugeng saya coba beberapa komoditi sekaligus sebagai ajang percontohan dan membuka jalan untuk pasar serta edukasi untuk petani lainnya," kata Awal, selaku perwakilan produsen bibit yang memandu Sugeng.

Baca juga: Kabur ke Pekalongan, Ini Kisah Narji 'Cagur' yang Kini Sukses Jadi Petani

Dari sepuluh jenis tanaman yang ada, timun menjadi jenis tanaman yang diakui memiliki pertumbuhan yang paling cepat dan memberikan hasil panen yang banyak. Diakui oleh Sugeng dan Awal, timun hanya membutuhkan waktu selama 40 hari untuk bisa langsung dipanen.

Walaupun sudah dibina dan dipandu, masih banyak kesulitan yang diakui oleh Sugeng harus dicermati dengan pintar. Salah satunya adalah memahami kebutuhan tanaman akan pupuk.

Untung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu LahanUntung Terus! Petani Ini Sukses Kombinasikan 10 Tanaman dalam Satu Lahan Foto: YouTube/Zamrud Channel

Selain jenis tanamannya yang banyak, sayuran yang ditanam di kebun Sugeng juga berasal bibit-bibit varietas yang baru. Bahkan ada tanaman yang menjadi percobaan penanaman varietas baru untuk pertama kalinya di kebun miliknya.

Menerapkan teknik menanam beberapa jenis tanaman dan satu lahan ini memang diakui memberi keuntungan oleh Sugeng maupun Awal selaku pembina petani. Keuntungan yang didapatkan hampir cenderung stabil karena satu sama lain jenis tanaman mampu menutupi kerugian satu sama lain.

"Karena penanaman yang kayak begini saat salah satu harganya turun dibantu dengan tanaman lain yang harganya lebih tinggi," kata Sugeng.

Jika dihitung-hitung dalam sekali panen salah satu jenis sayuran saja Sugeng bisa mendapatkan untung lebih dari dua kali lipat dari modal yang dikeluarkannya pada masa pembibitan. Keuntungan ini cenderung stabil atau meningkat tergantung pada musim panen dari tiap-tiap jenis sayuran, menurut penuturan Sugeng.

Baca juga: Hebat! Petani Pepaya Asal Kebumen Ini Bisa Raup Omzet Rp 28 Juta per Minggu



Simak Video "Intip Pembuatan Mie Bakso Gulung yang Manjakan Lidah "
[Gambas:Video 20detik]
(dfl/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com