Nyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya Sedikit

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 21 Sep 2021 17:30 WIB
Nyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya Sedikit Foto: Google Images/Twitter/Site News
Jakarta -

Berjuang dalam masa sulit menghadapi pandemi. Penjual kue taiyaki di Jepang ini meminta maaf kepada pembelinya. Karena isian kuenya jadi sedikit, dan tak padat seperti sebelumnya.

Banyak penjual makanan yang harus gulung tikar karena pendapatan mereka menurun drastis setelah pandemi. Termasuk Junya Hashimoto, penjual kue manis khas Jepang yaitu taiyaki yang biasanya diisi dengan selai dari kacang merah.

Dilansir dari Mothership (21/09), Junya merupakan pemilik toko Taiyaki no Bunfukuya di kota Gyoda, Prefektur Saitama. Sudah berjualan sejak lama, pria berusia 45 tahun ini terkenal dengan kue taiyakinya yang enak dan murah.

Namun semenjak pandemi COVID-19 menyerang, penjualan taiyaki di tokonya menurun hingga 70%. Bahkan Junya terancam bangkrut dan menutup toko taiyakinya ini, karena tak mampu membeli bahan makanan hingga biaya operasional lainnya.

Nyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya SedikitNyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya Sedikit Foto: Google Images/Twitter/Site News

Baca Juga: Keren! Restoran Ini Tak Jadi Bangkrut Setelah Bantu Kucing Jalanan


Ia sempat menaikkan harga kue taiyakinya, tapi ia merasa bersalah karena menganggap harga itu terlalu mahal. Akhirnya ia mulai mengisi kuenya dengan selai kacang merah yang lebih banyak.

Tapi rupanya hal ini justru membuatnya semakin rugi, bahkan memaksanya untuk berada di ambang kebangkrutan. Akhirnya ia tidak memiliki pilihan lain, selain mengisi taiyakinya dengan selai kacang merah yang lebih sedikit.

Ia pun menuliskan permintaan maafnya di Twitter, lengkap dengan surat terbuka yang ditulisnya dengan tangan yang ia tempel di depan tokonya.

Nyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya SedikitNyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya Sedikit Foto: Google Images/Twitter/Site News

"Sejujurnya, saya dulu menaruh banyak anko (selai kacang merah) di dalam taiyaki yang saya jual. Tapi tidak ada keuntungan yang bisa saya ambil. Akhirnya saya mengurangi selai anko tersebut, karena toko taiyaki saya hampir bangkrut. Jadi maafkan saya," tulis Junya.

Kejujurannya ini tentunya mengundang simpati banyak netizen, terutama netizen Jepang yang tertarik untuk membantu bisnis Junya agar ia bisa tetap menjual taiyaki. Junya tak menyangka bahwa cuitan permintaan maafnya di Twitter akan viral, dan disukai lebih dari puluhan ribu pengguna.

"Kami hargai kejujurannya. Dia bisa saja tidak memberitahu semua pembeli dan pelanggannya bahwa dia mengisi taiyakinya dengan selai kacang merah yang lebih sedikit. Tapi penjual ini memutuskan untuk jujur dan minta maaf secara terbuka," komen salah satu netizen.

"Meski dengan isian selai kacang merah yang jauh lebih sedikit. Tapi taiyaki buatan toko ini tetap terlihat enak," sambung netizen lainnya.

Nyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya SedikitNyaris Bangkrut, Penjual Taiyaki Ini Minta Maaf Karena Isian Kuenya Sedikit Foto: Google Images/Twitter/Site News

"Meski tidak bisa membantu banyak, tapi saya akan menyempatkan waktu untuk berkunjung ke toko taiyaki ini dan membeli taiyaki di sana," tulis netizen.

Cuitannya ini berhasil membuat Junya meningkatkan penjualan taiyakinya. Bahkan karena terlalu viral, orang-orang kini harus mengantre untuk membeli taiyaki buatan Junya yang autentik.

Tak hanya toko taiyaki yang terselamatkan dengan tulisan menarik. Sebelumnya ada restoran seafood di Malaysia, yang sukses menarik pembeli dan tidak jadi bangkrut setelah memasang poster udang sekarat yang lucu.

Baca Juga: Gegara Spanduk Lucu, Restoran Seafood Ini Tak Jadi Bangkrut



Simak Video "Menikmati Sandwich ala Jepang dengan Isian Beef-Chicken Katsu"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com