Atlet Football Ini Tak Makan Roti, Ahli Nutrisi Sebut Roti Bikin Cepat Tua

Devi Setya - detikFood Senin, 20 Sep 2021 08:00 WIB
Roti tawar Foto: Getty Images/iStockphoto/SasaJo
Jakarta -

Atlet football Amerika, Tom Brady menyebutkan dirinya tidak makan roti. Diet roti seperti ini ternyata diklaim membuat orang lebih awet muda.

Banyak orang menjadikan roti sebagai menu sarapan atau camilan. Roti kerap disantap dengan olesan selai atau diolah menjadi sandwich yang lezat. Di balik rasanya yang enak ternyata terlalu sering makan roti berdampak pada penuaan dini.

Dilansir dari Fox News (18/9) atlet football terkenal asal Amerika Serikat, Tom Brady mengungkap pola dietnya. Ia mengaku tidak makan banyak roti dan cenderung menghindari makanan ini. Namun baru-baru ini ia justru menjadi salah satu mitra dari Subway, restoran spesialis sandwich.

adonan rotiAtlet Football Ini Tak Makan Roti, Ahli Nutrisi Sebut Roti Bikin Cepat Tua Foto: iStock/apomares

Langganan juara NFL Super Bowl ini baru saja mengumumkan dirinya menjalin kemitraan dengan Subway. Lewat postingan Instagramnya, Tom Brady mengatakan dirinya bergabung menjadi mitra restoran sandwich skala internasional ini.

"Seperti yang akan dikatakan oleh iklan baru ini, saya tidak makan banyak roti, tetapi pada akhirnya saya mengenali kehebatan ketika saya melihatnya," tulisnya.

Pria 44 tahun ini menjalani diet roti karena menurutnya tepung terigu dan gula yang membentuk gluten akan menyebabkan efek peradangan pada tubuh. Diet roti ini disarankan oleh ahli gizi di tempatnya berlatih sebagai atlet football.

Menghindari roti sama seperti menjaga sistem pencernaan, mencegah peradangan dan juga membuat seseorang awet muda.

Seorang ahli diet, Maryann Walsh dari Walsh Nutrition Consulting mengatakan orang yang mengonsumsi sedikit karbohidrat olahan merasa tubuhnya lebih berenergi sepanjang hari.

"Mengkonsumsi roti atau karbohidrat olahan dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah diikuti dengan jatuhnya gula darah, menyebabkan seseorang merasa lesu," kata Walsh. "Dengan menghindari roti atau menguranginya secara signifikan, ini dapat membantu beberapa orang mengalami kadar gula darah yang lebih terkontrol."

Dia juga menambahkan, "Lonjakan gula darah dari konsumsi roti yang berlebihan dapat mempercepat penuaan karena penciptaan Produk Akhir Glikasi Lanjutan (dijuluki dengan singkatan: AGEs). AGEs terkait dengan peningkatan stres oksidatif serta peradangan, yang dapat menyebabkan penuaan kulit dan peradangan sendi serta menyebabkan seseorang menjadi lebih rentan terhadap penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular."

Selain mencegah penuaan dini, mengurangi konsumsi roti juga berpotensi menjaga bentuk tubuh dan meningkatkan potensi panjang umur.

"Karena roti merupakan sumber karbohidrat utama, dapat menyebabkan retensi air dalam tubuh yang dapat membuat banyak orang merasa kembung," jelasnya.

"Karbohidrat berubah menjadi glikogen dalam tubuh dan glikogen biasanya menahan dua hingga tiga kali berat dalam air, inilah mengapa ketika individu memulai diet rendah karbohidrat, mereka awalnya menurunkan berat badan dengan cepat karena seringkali selain kehilangan lemak."

Ahli diet Caroline Thomason mengatakan gluten dalam protein bereaksi dengan sistem kekebalan tubuh. Sementara bagi orang yang sensitif, gluten pada roti juga mengalami reaksi negatif dan meningkatkan peradangan pada tubuh mereka.

Banyak gejala yang ditimbulkan pada orang yang intoleran pada gluten. Beberapa diantaranya mengalami ruam kulit, gangguan pencernaan, kembung, sakit kepala dan merasa lemas.

"Roti dan pasta bebas gluten memang tersedia, tetapi penting untuk dicatat bahwa hanya karena suatu makanan bebas gluten tidak berarti rendah karbohidrat," kata Walsh.

3 Menu Roti dan Telur, Sarapan Padat Nutrisi dan MengenyangkanAtlet Football Ini Tak Makan Roti, Ahli Nutrisi Sebut Roti Bikin Cepat Tua Foto: iStock

Jinan Banna, seorang profesor nutrisi di University of Hawai'i di Manoa, mengatakan bahwa orang yang tidak sensitif terhadap gluten akan memilih makan roti dan cenderung tidak menghindarinya.

"Roti adalah sumber karbohidrat yang dapat digunakan sebagai energi, dan juga menyediakan banyak vitamin dan mineral," kata Banna. "Roti gandum utuh juga mengandung serat yang penting untuk pencernaan yang sehat, menjaga berat badan dan menjaga kesehatan jantung."

Dengan demikian konsumsi roti yang dibatasi akan memberi manfaat kesehatan serta menjaga kesehatan organ tubuh yang dampaknya menjaga awet muda dan mencegah penuaan dini.



Simak Video "Bikin Laper: Roti Tisu? Apaan Tuh?"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com