Jangan Keliru! 3 Perbedaan Daging Babi dan Sapi Ini Wajib Diperhatikan

Diah Afrilian - detikFood Sabtu, 18 Sep 2021 10:00 WIB
Daging Babi Setengah Matang Foto: Istimewa
Jakarta -

Seorang Muslim perlu mengetahui perbedaan daging sapi dan babi agar tak salah konsumsi. Begini perbedaan keduanya saat sebelum dan setelah dimasak.

Tidak hanya daging sapi, kambing dan ayam, daging babi juga kerap dimasak dan dikonsumsi. Pengolahan daging babi ini perlu dicermati oleh para Muslim agar tidak keliru mengonsumsi makanan yang haram.

Allah SWT melarang keras konsumsi daging babi yang disampaikan melalui Alquran dan hadis. Beberapa waktu lalu, perbedaan kedua jenis daging ini sempat ramai diperbincangkan ketika ada orang yang terkecoh karena tidak bisa membedakan daging sapi dan babi.

Selain namanya, daging babi juga dapat dikenal dengan ciri-cirinya, seperti warna, tekstur dan aroma. Cirinya dapat dikenal baik ketika masih mentah atau ketika sudah dimasak.

Berikut Perbedaan Daging Babi dan Sapi Mentah:

daging sapi dan babiFoto: istimewa

1. Warna

Daging sapi memiliki warna merah cenderung gelap disertai dengan lemak berwarna putih kekuningan yang khas. Sementara daging babi memiliki warna merah muda yang lebih terang, dengan lemak berwarna putih bersih.

2. Tekstur

Saat dipotong, tekstur daging sapi akan terlihat memiliki jaringan serat yang lebih halus daripada daging babi. Selain itu, irisan daging sapi juga terlihat jauh lebih kasar. Saat dipegang dan ditarik, daging sapi terasa lebih alot.

Berbeda dengan daging babi yang saat diiris hasilnya akan lebih halus. Saat dipegang dan ditarik, daging babi juga cenderung terasa lebih empuk dibandingkan daging sapi.

3. Aroma

Daging sapi juga lebih beraroma lemak yang tajam daripada daging babi. Aroma daging babi lebih lembut dan ringan. Hal ini disebabkan lemak babi yang lebih lembut dan lunak dibandingkan lemak sapi.

Baca juga: 8 Istilah Makanan Olahan Babi, Perlu Dipahami Muslim!

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Cara Menghitung Protein Daging Sapi-Kambing yang Harus Dikonsumsi"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com