Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal?

Riska Fitria - detikFood Jumat, 17 Sep 2021 18:30 WIB
Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal? Foto: iStock
Jakarta -

Gochujang merupakan pasta cabai asal Korea yang dibuat dari beras dan cabe yang difermentasi. Lalu apakah gochujang halal dikonsumsi?

Bagi pecinta makanan Korea pasti sudah tidak asing lagi dengan gochujang. Gochujang adalah bumbu masak berupa pasta cabai. Gochujang sering dipakai untuk berbagai makanan khas Korea.

Seperti tteokbokki dan jjigae. Atau bisa juga sebagai saus untuk menyantap bibimbap dan naengmyeon. Selain itu juga cocok sebagai bumbu barbeque Korea.

Bumbu Korea ini memiliki rasa yang pedas dan ada sedikit rasa manisnya. Namun di balik rasanya yang bisa melezatkan makanan, tak sedikit juga yang meragukan kehalalan gochujang.

Baca Juga: Pedas-Pedas Gurih si Gochujang

Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal?Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal? Foto: iStock

Itu karena gochujang terbuat dari cabe merah, beras ketan, dan kedelai yang difermentasi. Fermentasi dari bumbu gochujang ini biasanya dilakukan di depan rumah dengan meletakkannya di dalam tembikar tanah liat berukuran besar.

Penggunaan cabe untuk membuat rasanya jadi pedas. Sementara penggunaan kacang kedelai untuk memberikan rasa gurih. Kepada detikcom (17/09) Direktur Eksekutif LPPOM MUI Ir. Muti Arintawati, M.Si menyebutkan bahwa gochujang tidak masuk kategori haram.

"Gochujang kan saus dari Korea hasil fermentasi campuran dari bahan-bahan beras, cabai dan kedelai. Nah, kalau dari sisi yang diharamkan oleh Fatwa MUI itu khamar atau kategori minuman keras," ujar Muti.

Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal?Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal? Foto: iStock

Lebih lanjut, Muti menjelaskan bahwa produk fermentasi yang masuk ke dalam kategori haram adalah yang bisa menghasilkan minuman atau disebut juga khamar. Biasanya khamar itu mengandung alkohol lebih dari 0,5%.

Proses fermentasi pembuatan gochujang memang menghasilkan etanol, tetapi bukan berarti menjadikan produk tersebut menjadi haram. Muti menjelaskan sama halnya dengan kecap dan tape singkong.

"Seperti kecap itu juga fermentasi ada etanolnya juga terdeteksi, tapi singkongj juga ada alkoholnya tapi tidak berarti kemudian di haram. Yang haram itu hasil fermentasi menghasilkan minuman," tegas Muti.

Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal?Dibuat dari Beras dan Cabe yang Difermentasi, Apakah Gochujang Halal? Foto: iStock

Namun, berbeda jika dalam proses pembuatan gochujang dicampur dengan bahan-bahan lain yang memang sudah jelas haram. Muti mengatakan bahwa hal tersebut bisa membuat gochujang menjadi haram.

"Kecuali dalam prosesnya setelah fermentasi ada campuran minuman keras seperti soju misalnya. Nah, kalau ada itu untuk menambahkan rasa atau menghentikan fermentasinya itu gak boleh," tutur Muti.

Dalam hal ini, Muti juga menganjurkan untuk membeli produk gochujang yang sudah mendapat sertifikasi halal MUI. Beberapa produk tersebut misalnya adalah merek Kikkoman atau Red1.

Baca Juga: Gochujang hingga Chunjang, 5 Bumbu Wajib Masakan Korea



Simak Video "Bikin Laper: Kesegaran Sop Buah Duren Pak Ewok yang Terkenal Enak"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com