Murah Meriah Angkringan

Nasi Kucing Sudah Dikenal Tahun 1950 dan Jadi Menu Ikonik Angkringan

Yenny Mustika Sari - detikFood Selasa, 14 Sep 2021 17:00 WIB
Fakta Menarik Nasi Kucing yang Menjadi Sajian Khas Angkringan Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Nasi kucing identik dengan angkringan. Menu yang selalu ada di angkringan ini nasinya hanya 3 sendok makan plus secuil bandeng dan sejumput sambal.

Angkringan khas Yogyakata selalu menyajikan nasi kucing atau sego kucing. Karena nasi bungkus mungil ini selalu diburu pelanggan angkringan. Sebenarnya, apa sih nasi kucing itu?

Walaupun terdapat unsur 'kucing' pada namanya, namun menu nasi ini diperuntukkan untuk manusia. Menu ini disebut sebagai nasi kucing karena porsinya yang kecil. Nasi kucing juga biasa ditawarkan dengan harga murah, mulai dari Rp 2.000 per bungkusnya.

Baca Juga: 5 Nasi Rames Nusantara Ini Identik Sebagai Makanan Rakyat Kecil

Dilansir dari berbagai sumber, berikut hal menarik dari nasi kucing khas angkringan.

1. Sejarah Nasi Kucing

Fakta Menarik Nasi Kucing yang Menjadi Sajian Khas AngkringanFakta Menarik Nasi Kucing yang Menjadi Sajian Khas Angkringan Foto: Getty Images/iStockphoto

Menurut sejarah, angkringan sudah ada sejak tahun 1950, yang pada masa itu dibawa oleh Mbah Pairo dari Klaten ke Yogyakarta. Saat itu Mbah Pairo berjualan di emplasemen Stasiun Tuju Jogja, seperti dikutip dari Good News From Indonesia (29/7).

Berawal dari angkringan yang dibawa Mbah Pairo itulah nasi kucing mulai dikenal. Mbah Pairo juga menawarkan menu nasi kucing itu pada angkringannya. Pada akhirnya nasi kucing menjadi menu khas yang dihadirkan oleh angkringan hingga saat ini.

2. Asal-usul Nama Nasi Kucing

Fakta Menarik Nasi Kucing yang Menjadi Sajian Khas AngkringanFakta Menarik Nasi Kucing yang Menjadi Sajian Khas Angkringan Foto: Getty Images/iStockphoto

Zaman dahulu nasi kucing seringkali dikaitkan dengan makanan orang miskin. Karena porsinya yang kecil dan harganya sangatlah murah. Walaupun sudah ditawarkan oleh Mbah Pairo di angkringan sejak tahun 1950, namun istilah nasi kucing sendiri baru muncul pada tahun 1980-an.

Disebutkan oleh Heri Priyatmoko seorang sejarawan Solo bahwa saat itu, "manusia penjaja sudah menerima makanan seperti kucing dengan bandeng sedikit, cukup secuil dan sambel". Manusia pembeli sudah merasa nikmat dan cukup dengan menyantap hidangan khas ala kucing", seperti dikutip dari GNFI (29/7).

Baca Juga: Jangan Dibuang, Ini 5 Manfaat Air Cucian Beras untuk Kulit Mulus

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Mengintip Warung Angkringan Milik Dimas Seto"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com