5 Kontroversi Susu Kental Manis, Tak Boleh Diseduh dan Sebabkan Gizi Buruk

Devi Setya - detikFood Senin, 13 Sep 2021 18:00 WIB
5 Kontroversi Susu Kental Manis, Tak Boleh Diseduh dan Sebabkan Gizi Buruk Foto: Getty Images/iStockphoto/EugeneTomeev
Jakarta -

Susu Kental Manis (SKM) sebenarnya sudah lama menuai beragam kontroversi. Kini BPOM baru saja mengeluarkan anjuran untuk tidak menyeduh dan minum SKM.

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) melarang penggunaan SKM dengan cara menyeduh dan meminumnya. Hal ini diungkapkan Rita Endang selaku Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan.

Rita mengatakan, SKM seharusnya dipakai untuk topping berbagai makanan, bukan malah diseduh. Di sini ditegaskan bahwa SKM bukanlah susu yang bisa dikonsumsi sebagai pelengkap sumber gizi, terutama untuk anak-anak.

Mirisnya, selama ini masih banyak orang tua yang memberikan SKM untuk anak mereka, termasuk untuk bayi usia dibawah 1 tahun. BPOM menegaskan bahwa SKM bukanlah pengganti Air Susu Ibu (ASI) atau pelengkap nutrisi pada anak-anak.

"Tipikal dari SKM adalah susu yang manis, memang tidak untuk usia anak-anak di bawah 1 tahun. Sudah ada peringatannya, masyarakat yang memang berisiko terhadap kandungan gulanya seharusnya perlu mengoreksi diri," kata Rita dalam dialog bersama Pro3 RRI (8/9).

SKM memang tidak bisa disebut susu karena 60 persennya terdiri dari gula. Jadi bisa disebut kalau SKM adalah produk pemanis.

Sebelum larangan BPOM menyeduh SKM sebagai minuman, sudah banyak kontroversi SKM lainnya. Cairan kental yang rasanya manis ini juga disebut sebagai penyebab gizi buruk hingga menjadi pemicu stunting pada anak.

Berikut 5 kontroversi Susu Kental Manis:


1. SKM tidak boleh diminum seperti susu

5 Kontroversi Susu Kental Manis, Tak Boleh Diseduh dan Sebabkan Gizi Buruk5 Kontroversi Susu Kental Manis, Tak Boleh Diseduh dan Sebabkan Gizi Buruk Foto: Getty Images/iStockphoto/EugeneTomeev

BPOM berulang kali mengedukasi masyarakat dengan menegaskan bahwa SKM tidak boleh dijadikan minuman pengganti susu.

"Kami sudah menuangkan dalam regulasi peraturan Badan POM nomor 31 tahun 2018 tentang label pangan olahan. Jadi memang ditegaskan pula bahwa penggunaan yang benar itu digunakan sebagai topping, misalnya untuk martabak, campuran kopi, coklat dan lain-lain," kata Rita.

Dalam aturan ini bukan berarti SKM menjadi makanan yang berbahaya tetapi harus dikonsumsi dengan bijak. Selain faktor edukasi, kebanyakan orang tua juga memberikan anak mereka dengan SKM karena faktor ekonomi.

Harga SKM yang terbilang murah dijadikan alasan untuk memberikan kepada anak. Memang jika dibandingkan dengan susu bubuk, susu formula atau susu UHT, harga SKM jauh dibawahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Tahu Gejrot Bang Jack Ceger Level 200 Cabe"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com