Kue Batang Buruk Khas Riau Tercipta karena Kisah Cinta Tak Terbalas

Yenny Mustika Sari - detikFood Rabu, 08 Sep 2021 13:00 WIB
Kue batang buruk Foto: dok. shopee
Jakarta -

Kuliner khas Riau sangat beragam, salah satu yang populer yaitu kudapan tradisional bernama kue batang buruk. Ternyata ada kisah cinta tak terbalas di baliknya.

Beragam kudapan tradisional yang lezat dapat ditemui di seluruh penjuru Indonesia. Kudapan tradisional biasanya sarat akan kisah sejarah di baliknya.

Salah satu kudapan tradisional yang memiliki kisah sejarah menarik adalah kue khas Kepulauan Riau bernama Batang Buruk. Kue batang buruk mudah ditemui di Riau, terutama pada Hari Raya Idul Fitri.

Baca Juga: Kembang Waru, Kue Unik Khas Kotagede Warisan Kerajaan Mataram

Kisah sejarah di balik hadirnya kue batang buruk ini bermula dari kisah Wa Sendari yang merupakan putri sulung dari Baginda Raja Tua yang memerintah Kerajaan Bintan sekitar 450 tahun silam, seperti dikutip dari GNFI (18/2/2021).

Kue batang burukKue batang buruk Foto: Instagram @resepi_ala_kampung

Menurut kisah yang dibagikan oleh GNFI, saat itu Wan Sendari sedang kasmaran denan seorang pemuda bernama Raja Andak. Wan Sendari tampaknya mengagumi Panglima Muda Bintan itu karena tampan, gagah, dan cerdas. Malangnya, ketulusan cinta Wan Sendari tak terbalas.

Karena Raja Andak lebih memilih Wan Inta yang merupakan adik kandung dari Wan Sendari. Wan Sendari tentu saja merasa patah hati. Untuk mengusir rasa sedihnya, ia membuat masakan baru bersama para pengasuhnya.

Racikan masakan barunya itu menghasilkan kudapan tradisional lezat yang terbuat dari campuran tepung gandum, tepung beras, tepung kelapa, dan air. Kue ini juga disajikan dengan serbuk kacang hijau.

Kue batang burukKue batang buruk Foto: Instagram @batangburukkiroro.hq

Baca Juga: Setelah Suntik Vaksin Covid-19, Hindari Konsumsi 5 Makanan dan Minuman Ini

Kudapan tersebut juga sempat dicicipi oleh Raja Andak pada pertemuan yang dibuat oleh sang Baginda Raja Tua. Kudapan buatan Wan Sendari memiliki tekstur yang mudah hancur sehingga serpihannya berjatuhannya.

Namun, Raja Andak menyantapnya begitu rapih dan baju kebesarannya itu juga masih bersih tanpa satu pun serpihan kue. Mengetahui pujaan hatinya itu tidak ceroboh saat menyantap kuenya, Wan Sendari sadar kalau dirinya tak salah menjatuhkan hatinya walaupun kisah cintanya tak terbalas.

Karena serpihak kue tersebut kerap membuat berantakan, sejak saat itulah kudapan buatan Wan Sendari dinamakan kue batang buruk. Kue batang buruk tak hanya populer di Riau saja, tapi juga ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia. Di sana, kue batang buruk juga dikenal dengan nama yang sama.

Baca Juga: Lama Antar Makanan, 5 Driver Ojol Ini Dilempar Kuah Sup hingga Kena Suspend



Simak Video "Melihat Pembuatan Kue Kolongmbeng Khas Sulawesi Utara"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com