6 Mitos Kafein dan Kopi Ini Banyak Dipercaya, Bagaimana Faktanya?

Diah Afrilian - detikFood Jumat, 27 Agu 2021 08:00 WIB
Young Women Drinking Coffee Concept Foto: Istock
Jakarta -

Banyak sekali mitos yang dipercaya soal kafein dan kopi, terutama soal efek sampingnya. Benarkah hanya mitos atau justru fakta?

Hampir semua orang, terutama orang dewasa akan mengonsumsi kopi setiap hari. Minuman berkafein ini dianggap sangat membantu untuk memproduksi energi dan meningkatkan fokus sebelum melakukan aktivitas.

Di balik rasanya yang menyegarkan dan sangat membantu untuk meningkatkan fokus, ada beberapa efek samping kopi yang masih diperdebatkan. Kandungan nutrisi dan mineral dalam kopi banyak dikatakan oleh ahli memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan.

Walaupun memiliki manfaat kesehatan tetapi beberapa pernyataan juga mengatakan bahwa kafein punya efek yang cukup buruk untuk tubuh. Beragam mitos terkait manfaat dan efek samping terkait kopi dan kafein juga begitu banyak dipercaya masyarakat. Benarkah hanya mitos atau justru hal tersebut adalah fakta?

Berikut ini 6 mitos kafein dan kopi menurut Times of India (25/8), berikut penjelasan faktanya:

ilustrasi biji kopiFoto: thinkstock

1. Kafein Menyebabkan Kecanduan

Banyak orang yang mengatakan bahwa sekali mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi bisa menyebabkan kecanduan. Efek adiktif ini juga masih banyak dipercaya oleh hampir sebagian besar masyarakat.

Menurut para ahli, kafein tidak secara langsung membuat seseorang kecanduan kopi. Hanya saja konsumsi kafein dapat menimbulkan gejala yang sangat tidak nyaman jika seorang 'pecandu' kopi berhenti minum kopi tiba-tiba.

Gejala konsumsi kopi bisa menimbulkan gangguan berupa sakit kepala, gemetar dan gangguan lainnya. Gejala ini biasanya hanya akan berlangsung selama satu hari dan bisa diatasi dengan cara menurunkan intensitas minum kopi secara bertahap.

Baca juga: Wanita Hamil Boleh Minum Kopi? Ini Penjelasannya

2. Meningkatkan Risiko Gagal Jantung

Berbagai penelitian skala besar menemukan bahwa kopi tidak memengaruhi risiko penyakit kardiovaskular sama sekali. Bahkan kopi juga tidak memberikan pengaruh pada kolesterol dan detak jantung.

Jika terjadi peningkatan detak jantung yang lebih cepat hal tersebut disebabkan oleh sensitivitas tubuh oleh kafein. Hal semacam ini juga bisa saja dialami saat tekanan darah meningkat walaupun bukan akibat konsumsi kafein. Jadi bisa dipastikan klaim minum kopi meningkatkan risiko gagal jantung adalah mitos belaka.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Mencicipi Kopi Khas Toba Racikan Hotman Tambunan Eks Pegawai KPK "
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com