Terasi Juga Ada di Korea, Seperti Apa Tampilan dan Rasanya?

Yenny Mustika Sari - detikFood Kamis, 22 Jul 2021 17:00 WIB
Terasi Korea Foto: YouTube Yuna Nuna
Jakarta -

Terasi tak hanya ada di Indonesia, tapi juga di Korea. Di sana, terasi juga digunakan untuk bumbu masakan. Apakah mirip dengan terasi Indonesia?

Terasi merupakan bumbu masakan yang umum ditemui di Indonesia. Biasanya terbuat dari udang atau ikan yang difermentasi. Bentuknya padat dengan warna kehitaman dengan aroma yang menyengat.

Umumnya terasi Indonesia dibuat sebagai sambal yang nikmat. Ada juga yang menggunkannya sebagai bumbu tumisan sayur kangkung, buncis, hingga mie goreng.

Namun, ternyata terasi tak hanya ada di Indonesia. Beberapa negara Asia lainnya juga memiliki terasi, termasuk Korea Selatan.

YouTuber Yuna Nuna membagikan informasi soal terasi yang ada di Korea lewat videonya (6/7). Dalam videonya, ia terlihat mengunjungi kota Buan, Jeongeup, Korea Selatan yang merupakan daerah pesisir pantai di mana terasi banyak dijual.

Terasi KoreaTerasi Korea Foto: YouTube Yuna Nuna

"Halo teman-teman aku Yuna! Hari ini aku greeting kalian di kota namanya Jeongeup. Ini kampung aku guys, jadi aku lahir dan besar di kotea ini. Kalo dari Seoul memakan waktu 1,5 jam kalau memakai KTX ya!" kata Yuna.

Tempat yang Yuna kunjungi untuk mencari terasi khas Korea berada di Pasar Bomso. Salah satu kawasannya di sepanjang jalan memiliki toko yang menjual terasi.

Baca Juga: Punya Peternakan Sapi Terbesar di Jakarta, Pria Ini Kantongi Miliaran Rupiah

"Kenapa aku ke sini? Karena di sini tuh ada satu hal yang sangat menarik. Jadi ada satu jalanan yang semuanya isinya toko yang jual terasi guys," ujar Yuna.

Terasi KoreaTerasi Korea Foto: YouTube Yuna Nuna

"Jadi terasi di Korea juga ada lho. Tapi, terasinya sedikit beda sama yang di Indonesia. Kalau yang di Indonesia kan dikeringin gitu kan, tapi kalau di sini enggak. Dan bukan hanya dari udang saja, ikan apapun dibikin terasi gitu," lanjutnya.

Terasi di Korea ternyata berbeda dengan yang ada di Indonesia. Kalau terasi Indonesia sudah dikeringkan dan dibentuk padat. Sedangkan, di Korea terasinya masih cair.

Terasi di Indonesia terbuat dari udang rebon. Ada juga terasi yang menggunakan ikan selar atau ikan teri. Sedangkan di Korea, terasi tak hanya terbuat dari udang, tapi juga beragam jenis ikan.

Yuna mengunjungi salah satu toko terasi tertua di Pasar Bomso yang usianya 20 tahun. Di toko ini, teasi yang paling laris terbuat dari usus ikan dan gurita. Terasi ikan layur juga banyak pembelinya, terumata dari orang tua.

Terasi KoreaTerasi Korea Foto: YouTube Yuna Nuna

"Yang paling laris itu usus ikan sama gurita. Dan orang tua lebih suka terasi ikan layur. Biasanya dimakans sama ssam atau dicampur nasi, dicelup bareng samgyeopsal juga enak. Jadi banyak yang suka," ujar penjual terasi.

Baca Juga: Setelah Vaksin Demam dan Letih? Konsumsilah 5 Makanan Ini

Menurut penjual terasi di Korea, terasi-terasi ini lebih enak kalau difermentasi bertahun-tahun. Seperti terasi tradisional yang harus didiamkan 3-4 tahun di suhu ruangan. Penjual itu juga menjelaskan kalau tasa terasi udang paling enak disantap setelah berusia 1 tahun.

"Terasi tradisional seperti yang dibuat ibu-ibu jaman dulu ini harus didiamkan selama 3-4 tahun di suhu ruangan. Kalau sudah 5 tahun baru rasanya sempurna dan untuk yang seperti ini karena bisa langsung dimakan jadi gak apa-apa. Dan untuk terasi udang rasanya paling enak kalau sudah 1 tahun," ujar seorang ibu penjual terasi.

Terasi KoreaTerasi Korea Foto: YouTube Yuna Nuna

Terasi udang di Korea tampilannya juga berbeda dengan Indonesia. Masih berupa udang rebon utuh namun difermentasi. Sedangkan terasi udang di Indonesia warnanya kehitaman dengan aroma yang menyengat.

Terasi di Korea ini biasanya digunakan untuk membumbui kimchi. Bisa juga disantap langsung bersama nasi hangat, bumbu ssam, atau cocolan samgyeopsal (perut babi panggang).

Baca Juga: Viral Penjual Nangis Terharu Ketika Segelas Es Tebu Ditawar Rp 500 Ribu



Simak Video "Masak Masak: Bikin Kepiting Tumis Sambal Terasi"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com