Ekonomi Malaysia Sulit, Orang Pilih Curi Makanan daripada Barang Elektronik

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 09 Jul 2021 12:30 WIB
Close-up of unrecognizable woman in stripped skirt hiding apple in pocket while stealing it in food store Foto: iStock
Jakarta -

Ekonomi di Malaysia semakin sulit semenjak pandemi. Banyak orang yang kini lebih memilih mencuri sayuran dan ikan, dibandingkan mencuri barang elektronik.

Sama seperti di Indonesia, Malaysia merupakan salah negara yang cukup terdampak perekonomiannya sejak pandemi COVID-19 melanda tahun lalu. Sampai sekarang banyak orang-orang Malaysia yang mengalami kesulitan ekonomi karena pandemi ini.

Baca Juga: Di Malaysia, Jajan di Pedagang Asongan Bisa Kena Denda Rp 7 Juta

Menurut Datuk Ameer Ali Mydin, selaku pengusaha di bidang makanan dan supermarket retail, kini orang-orang di Malaysia lebih memilih mencuri makanan ketimbang televisi dan barang elektronik lainnya.

Dilansir dari Malaysiakini (08/07), Mydin menyebutkan bahwa tingkat pencurian makanan di supermarket yang dikelola perusahaannya meningkat pesat.

"Apakah kalian pikir orang-orang mencuri makanan di supermarket karena mereka malas masak? Tentu tidak. Mereka terpaksa melakukan semua ini karena tak mampu membeli apa-apa lagi," ungkap managing director Perusahaan Mydin Malaysia.

Bukan tanpa alasan Mydin menyebutkan pernyataan ini. Selama beberapa bulan terakhir dia memperhatikan pola pencurian yang sama di supermarketnya. Dulu orang-orang paling sering mencuri barang mahal seperti elektronik, namun kini makananlah yang dicuri paling banyak.

Close-up of unrecognizable woman in stripped skirt hiding apple in pocket while stealing it in food storeClose-up of unrecognizable woman in stripped skirt hiding apple in pocket while stealing it in food store Foto: iStock

"Dulu orang-orang akan mencuri televisi, speaker, dan beberapa barang mahal yang bisa mereka jual kembali. Kini para pencuri hanya mengambil ikan kembung. Jadi jujur ini sangat menyedihkan," lanjutnya.

Hal tersebut juga diperkuat dengan pernyataan Mydin lainnya, ia juga selaku ketua koalisi asosiasi perdagangan komersil, yang mewakilkan 3,3 juta bisnis di Malaysia. Mydin melihat penjualan mie instan semakin tinggi.

"Penjualannya mie instan justru meningkat tajam. Berkali-kali lipat. Mie instan merupakan makanan paling murah untuk mengisi perut kita. Hal itu kah yang ingin kita biarkan terjadi? Sangat memprihatinkan," ungkapnya.

Di Malaysia, Jajan di Pedagang Asongan Bisa Kena Denda Rp 7 JutaDi Malaysia Foto: The Star/NST/RedChili21

Mydin mengerti semua orang juga tengah mengalami masa sulit di waktu pandemi ini. Tapi ia bersedia untuk membantu rakyat Malaysia yang kelaparan dan kesulitan untuk bertahan hidup. Ia juga membuka donasi untuk membantu orang sekitar yang disambut baik.

Tak hanya Mydin, perwakilan asosiasi perdagangan lainnya, David Gurupatham juga menjelaskan hal yang sama. Semua fenomena pencurian makanan ini merupakan bukti bahwa ada yang salah dalam sistem ini.

"Kami sudah mengabarkan pemerintah agar mereka mengatur strategi, karena strategi yang salah tentunya akan membuat banyak bisnis dan usaha gulung tikar," pungkas David.

Baca Juga: Sedih! Jualan Burger di Depan Rumahnya, Pria Ini Kena Denda Rp 176 Juta



Simak Video "Duel Minuman Boba Ekonomis, Antara Keluarga Vs Masa Lalu"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com