5 Fakta Telur Pitan, Telur 1.000 Tahun dari China yang Dimasak di MasterChef Indonesia

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 20 Jun 2021 14:30 WIB
century egg , chinese food Foto: iStock
Jakarta -

Berasal dari China, telur pitan juga dijadikan bahan tantangan di MasterChef Indonesia. Banyak fakta menarik di balik telur seribu tahun ini.

Berbeda dengan telur pada umumnya, telur pitan atau century egg, memiliki warna hitam pekat tetapi bening. Bagian tengah telur ini berwarna abu-abu gelap dari kuning telur yang sudah difermentasi.

Sesuai namanya telur ini berasal dari China, sering digunakan dalam berbagai hidangan China tradisional. Seperti bubur, ayam pek cam kee, salad dan masih banyak lagi.

Banyak orang yang penasaran setelah telur pitan ini muncul menjadi salah satu bahan tantangan, di episode terbaru acara MasterChef Indonesia. Dilansir dari berbagai sumber berikut fakta menarik telur pitan atau telur seribu tahun.

Baca Juga: Netizen China Geram, Telur Pitan Disebut Tak Layak Konsumsi Pemerintah Italia

1. Sejarah Telur Pitan

century egg , chinese foodcentury egg , chinese food Foto: iStock

Telur pitan memiliki sejarah yang cukup panjang. Disebut juga sebagai telur seribu tahun, telur ini menjadi ciri khas hidangan khas China. Menurut catatan sejarah yang ada, asal-usu telur pitan ini tercipta ratusan tahun yang lalu.

Pertama kali telur pitan disebutkan pada tahun 1640, namun ada juga yang memprediksi bahwa telur pitan ini sudah ada sekitar 500 tahun lalu. Tepatnya pada masa Dinasti Ming di Hunan.

Walau sampai sekarang asal-usul telur pitan ini dan kapan ditemukannya belum jelas. Namun popularitas telur pitan ini masih eksis hingga sekarang. Bukan hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara Asia.

2. Proses Fermentasi Alami

century egg , chinese foodcentury egg , chinese food Foto: iStock

Tentunya ada perbedaan mendasar antara telur pitan, dengan produksi telur lainnya. Biasanya telur pitan dibuat dari telur ayam atau telur bebek yang diawetkan menggunakan bahan-bahan alami.

Awalnya telur diawetkan dengan cara dilapisi dengan tanah liat alkali selama beberapa bulan. Sampai munculah sebutan century egg (telur seribu tahun).

Ketika tanahnya sudah mengeras, bagian dalam telur akan berubah. Agar bagian dalamnya ada rasa, biasanya ditambahkan garam, hingga kapur untuk prosesnya.

Selama proses pengawetan atau fermentasi ini, bagian dalam kuning telur secara perlahan akan menjadi hijau gelap. Kemudian disusul dengan aroma blerang tajam, yang bagian putih telurnya menjadi bening kecokelatan dan transparan mirip agar-agar.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Puas Menyantap Bubur Ayam Klasik Bergaya China "
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com