5 Fakta Museum Gastronomi Indonesia, Museum Digital yang Kekinian

Sonia Basoni - detikFood Sabtu, 19 Jun 2021 11:00 WIB
Museum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner Indonesia Foto: MGI Virtual
Jakarta -

Dirilis secara virtual, museum ini membahas tentang keanekaragaman kuliner khas Indonesia. Ada kisah menarik di balik berdirinya Museum Gastronomi Indonesia digital ini.

Berbeda dengan museum makanan lainnya, Museum Gastronomi Indonesia (MGI) didirikan oleh organisasi Indonesia Gastronomy Culinary (IGC) secara virtual.

Organisasi yang fokus membahas tentang pelestarian dan pengembangan kuliner Indonesia ini, menggaet sejumlah pihak hingga pakar kuliner untuk merampungkan museum makanan virtual yang megah.

Sesuai namanya MGI bisa diakses secara virtual lewat genggaman tangan dan perangkat elektronik. Semua orang bisa keliling museum makanan ini tanpa perlu meninggalkan rumah atau bertemu orang banyak.

Selama lebih dari setahun IGC mempersiapkan MGI ini agar bisa dinikmati semua orang di mana saja. Tujuan mereka ingin terus mengangkat serta mendorong kuliner Indonesia, agar lebih dikenal banyak orang.

Tentunya banyak kisah dan pengalaman menarik yang dilalui IGC selama mendirikan MGI ini. Berikut beberapa kisahnya.

Baca Juga: Museum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner Indonesia

1. Museum Gastronomi Pertama di Indonesia

Museum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner IndonesiaMuseum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner Indonesia Foto: MGI Virtual

Walau sekarang MGI baru tersedia versi virtual saja, tapi di kedepannya, IGC sudah mempersiapkan MGI versi fisik. Agar orang-orang bisa lebih merasakan pengalaman berkeliling museum, sambil mempelajari budaya kuliner Nusantara.

Dihubungi detikFood, Fersita Kusuma selaku Anggota Tim Substansi MGI sekaligus pendiri, dan Bendahara Umum IGC, menjelaskan alasan mengapa IGC mendirikan MGI.

"Sejak dulu IGC memang memiliki cita-cita atau mimpi untuk mendirikan Museum Gastronomi Indonesia. Selama setahun ke belakang ini, kami justru semakin semangat mempersiapkan MGI. Tentunya kami juga semakin menambah pengetahuan dan menggali keragaman makanan serta sejarah di baliknya," jelas Fersita.

2. Menggaet Para Pakar

Museum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner IndonesiaMuseum Gastronomi Indonesia Virtual Hadir untuk Pelestarian Kekayaan Kuliner Indonesia Foto: MGI Virtual

Walaupun konsepnya museum virtual, tapi IGC benar-benar konsisten dalam menyuguhkan informasi serta data tentang kuliner atau makanan yang akan mereka tampilkan di museum. Tak sembarangan mengambil informasi, IGC menggaet banyak pakar dan ahli untuk membantu penelitian data mereka.

"MGI ini memiliki tim substansi yang sangat luar biasa. Terdiri dari berbagai latar belakang keilmuan. Seperti pakar gastronomi, pakar makanan, kulinologi, sejarawan, chef, tata boga, kesehatan pangan dan pecinta kuliner," ungkap Fersita.

Menurut Fersita, MGI sendiri hasil buah pemikiran dan pengetahuan dari sosok-sosok hebat ini. Karenanya mereka berharap di nantinya MGI dapat dijadikan acuan, sebagai buku besar atau panduan gastronomi di Indonesia.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Melihat Ragam Racikan Jamu yang Melegenda di Museum Jamu Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com