Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa!

Melisa Mailoa - detikFood Minggu, 06 Jun 2021 15:30 WIB
Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa! Foto: Dok. Henri Cartier Bresson
Jakarta -

Hari ini, 6 Juni adalah hari kelahiran Bung Karno. Mengenang sosoknya tak bisa meninggalkan cerita soal makanan favorit Bung Karno yaitu pecel!

Apapun lauknya, sambal pecel selalu menjadi menu wajib di meja makan Bung Karno. Bukan cuma sambalnya, Sukarno juga menyukai nasi pecel. Hidangan ini biasa disajikan dengan berbagai sayuran rebus yang disiram dengan bumbu kacang yang khas. Nasi pecel Blitar menjadi favoritnya.

Cara penyajian menu ini lebih sederhana. Pilihan sayur rebus yang digunakan mulai dari daun bayam, pepaya, singkong, kenikir, kacang panjang, kemangi, mentimun dan sawi. Tapi seringnya yang dihidangkan hanya dua sampai tiga macam sayur. Yang wajib ada hanya tauge rebus saja.

"Wah kalau Bapak sedang menikmati, walaupun yang namanya Revolusi Indonesia berhenti, pasti Bapak tidak akan ambil pusing!," tulis Guruh Soekarnoputra dalam bukunya Bung Karno & Kesayangannya.

Setidaknya ada dua warung pecel di Blitar yang menjadi langganan Bung Karno. Salah satunya Rukiyem, pemilik warung pecel Mbok Pin yang berlokasi di Jl. A. Yani No. 43 Blitar. Kepada penulis Anjar Any yang menemuinya pada 1978, dia mengaku akan berupaya tampil maksimal bila Bung Karno mengundangnya untuk menyajikan pecel. Sebab si Bung biasanya tak cuma memuji racikan bumbu pecel yang dibuat, tapi juga kecantikan Rukiyem sebagai pembuat.

Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa!Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa! Foto: detikfood

"Beliau itu... kalau lagi pesen pecel, tidak sungkan-sungkan jongkok di depan saya... menunjuk ini-itu daun-daun mana yang ia kehendaki.... Saya bahagia sekali bisa meladeni beliau dan keluarganya. Sepertinya, tidak ada kebahagiaan lain yang lebih menyenangkan dibandingkan menyajikan sepincuk pecel kepada Bung Karno," tutur Rukiyem dalam buku Menyingkap Tabir Bung Karno karya Anjar Any.

Selain Mbok Pin, ada juga Warung pecel Mbok Rah yang turut menjadi langganan Bung Karno. Setiap pulang ke Jakarta, bumbu pecel Mbok Rah dibawanya serta. Bumbu itu pula yang menemani Sukarno dalam lawatan ke mancanegara.

Ketika di Mongolia, Bung Karno mengganti campuran susu kuda di setiap menu yang dihidangkan dengan bumbu pecel. "Di sana setiap harinya bapak selalu makan roti dengan sambal pecel saja. Kadang-kadang juga dengan kecap," ujar Guruh.

Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa!Bung Karno Doyan Banget Bumbu Pecel, Sampai Dibawa ke Eropa! Foto: iStock

Begitu pun saat melawat ke negara-negara Eropa atau Amerika, dia biasanya minta disediakan salad segar tanpa saus kepada manajemen hotel tempat menginap atau kepala rumah tangga istana. Sebagai gantinya, Sukarno menuangkan sambal pecel di atas salad itu.

Kegemaran Bung Karno akan pecel juga membuat istri-istrinya selalu berusaha menyediakan bumbu pecel di rumah. Dalam buku Suka Duka Fatmawati Sukarno karya Kadjat Adra'i, Fatmawati disebut belajar membuat bumbu pecel dari bakul. "Belajarnya bisa dari siapa saja, misalnya dari bakul pecel ketika masih di Bengkulu."

Hartini juga belajar membuat sekaligus menikmatinya demi memenangi perhatian sang suami. "Walaupun sebenarnya Hartini kurang menyukai makanan itu," ungkap Anjar Any dalam bukunya.

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com