Sembuh dari COVID-19, Wanita Ini Selalu Rasakan Daging Busuk di Lidahnya Tiap Kali Makan

Sonia Basoni - detikFood Jumat, 04 Jun 2021 17:30 WIB
Young vomiting woman portrait. Pregnant blonde suffering with nausea. Pregnancy symptoms, gestosis, parenthood concept Foto: Thinkstock
Jakarta -

Berhasil melawan virus COVID-19, wanita ini justru malas makan. Karena ia selalu merasakan aroma daging busuk setiap kali dia menyantap makanan apapun.

Banyak orang yang memiliki efek samping berkepanjangan usai sembuh dari COVID-19. Salah satunya terganggunya indera penciuman dan indera perasa.

Baca Juga: Positif Corona, Pria Ini Pamer Makan Bawang Mentah Kayak Makan Apel

Seperti wanita bernama Sally McCreith yang merupakan kepala pendidikan kedokteran. Wanita yang sehari-harinya mengajar di Liverpool University Hospitals NHS Foundation Trust, merasa hidupnya jadi berantakan setelah sembuh dari COVID-19.

Dilansir dari Echo UK (05/06), Sally terus merasakan aroma hingga rasa asing seperti daging busuk di mulutnya setiap kali dia menelan makanan. Efek ini mulai dia rasakan setelah terpapar virus COVID-19, pada September tahun lalu.

Woman Eating Meat. Closeup of Healthy Hungry Girl With Beautiful Face, Red Lips Eats Delicious Grilled Meat. Female Mouth Biting Piece Of Tasty Beef Steak On Fork. Nutrition Concept. High ResolutionWoman Eating Meat. Closeup of Healthy Hungry Girl With Beautiful Face, Red Lips Eats Delicious Grilled Meat. Female Mouth Biting Piece Of Tasty Beef Steak On Fork. Nutrition Concept. High Resolution Foto: iStock

Wanita berusia 31 tahun ini juga merasakan sensasi aneh yang membuatnya mual saat sikat gigi.

"Bahkan sikat gigi menggunakan pasta gigi saja, rasanya itu seperti sikat gigi dengan abu. Kemudian mandi juga aromanya yang tercium itu, aroma daging busuk," ungkap Sally.

Ia sudah mengecek kondisinya ini ke dokter. Menurut dokter, Sally mengidap parosmia, di mana kondisi ini membuat indera penciuman dan perasa rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

Parosmia terbilang cukup langka dialami orang-orang sebelum pandemi. Namun kini banyak orang yang mengalami hal serupa, setelah mereka dinyatakan sembuh dari COVID-19.

COVID-19 named by WHO for Novel coronavirus NCP concept. Doctor or lab technician in PPE suit holding blood sample with novel (new) coronavirus  in Wuhan, Hubei Province, China, medical and healthcareCOVID-19 : Getty Images/iStockphoto/Pornpak Khunatorn

Dokter bahkan khawatir bahwa parosmia bukan satu-satunya efek samping yang diderita Sally. Sally juga berpotensi mengalami kerusakan hati efek dari COVID-19 yang pernah menyerangnya.

"Saya dan suami terpapar COVID-19. Ketika kami mulai sembuh, indera penciuman suami saya kembali normal. Anehnya, saya malah mulai mencium aroma daging busuk ini," lanjut Sally.

Tentunya hal ini membuat Sally sangat sedih dan kecewa. Sebelum terpapar COVID-19, Sally merupakan penggemar makanan yang hobi kulineran. Tapi kini ia bahkan tidak bisa menyantap apapun, tanpa merasakan daging busuk dan abu di lidahnya.

"Saya sudah turun BB sebanyak 12,7 kg sejak September karena masalah ini. Saya harus memilih makanan dengan teliti, agar tidak mual dan muntah saat menelannya," pungkas Sally.


Kini Sally berharap bahwa suatu saat nanti kondisi parosmianya ini akan menghilang. Agar ia bisa menikmati makanan dan minuman dengan normal, tanpa harus mencium aroma daging busuk yang membuatnya mual.

Sebelumnya ada buku resep khusus yang dirancang untuk orang-orang yang kehilangan indera perasa, karena COVID-19. Buku resep berisi makanan yang lebih fokus ke teksturnya. Sehingga orang-orang yang tidak bisa merasakan makanan, tetap bisa menikmati makanan tersebut dari teksturnya.

Baca Juga: Buku Resep Ini Dibuat Untuk Orang Kehilangan Indera Perasa karena COVID-19



Simak Video "Covid-19 RI Per 3 Juni: Kasus Baru Tambah 5.353, Kasus Aktif 94.438"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com