Si Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin Nagih

Ari Purnomo - detikFood Sabtu, 29 Mei 2021 20:00 WIB
Si Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin Nagih Foto: Ari Purnomo/detikcom
Solo -

Di Jawa Tengah ada banyak jajanan khas yang punya nama unik. Salah satunya rondo royal atau janda royal atau monyos yang lembut manis.

Jajanan khas dari Jepara berbahan utama tape singkong ini mempunyai rasa yang asin, asam dan manis. Rasa ini merupakan perpaduan dari bahan utama tape dan bahan campuran lainnya seperti garam, gula dan bahan lainnya.

Tetapi, bagaimana bisa tape goreng dinamakan rondo royal? Sejarawan asal Solo Heri Priyatmoko menjelaskan, dalam penamaan makanan pada zaman dahulu pada intinya adalah agar mudah dalam penyebutannya.

Nama-nama yang disematkan pada makanan juga terinspirasi dari hal-hal yang dijumpai setiap harinya.

"Rondo kan artinya janda, royal artinya senang buang uang untuk maksiat, ya semacam fenomena tante-tante kesepian," terang Heri kepada detikcom, Sabtu (29/5/2021).

Si Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin NagihSi Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin Nagih Foto: Ari Purnomo/detikcom

Penamaan makanan ini tentunya bukan untuk menyindir tante-tante yang suka royal atau kesepian. Melainkan hanya sebatas penyebutan saja ataupun dalam konteks guyonan semata.

Dan penyebutan tersebut kata Heri tidak pernah menyinggung orang lain terlebih untuk para janda.

"Dulu nggak baperan kayak sekarang, karena ini ada dalam konteks guyonan dan kultural. Iya dibikin santai," ucapnya.

Penamaan makanan ringan yang nyeleneh tersebut kata Heri merupakan sebuah ekspresi kebudayaan yang bebas dan berwarna.

Dia mencontohkan, makanan sate kere yang dalam artian adalah satenya orang miskin.

"Sate berbahan jeroan, gembus atau ampas (tahu), dan itu nggak menyehatkan, tapi sekarang malah diburu, dan harganya mahal. Malah bikin kere pembelinya. Itu guyonannya," tuturnya.

"Iya, wong Jawa senantiasa tidak memperumit dalam perkara penamaan barang. Acap kali terinspirasi dengan apa yang dijumpai di sekitarnya," sambungnya.

Atau contoh lainnya, kata Heri,adalah makanan dengan nama jorok turuk bintul. Nama tersebut mungkin saja dinamai begitu karena mirip dengan kemaluan perempuan.

Si Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin NagihSi Janda Royal yang Lembut Manis Ini Bikin Nagih Foto: Ari Purnomo/detikcom

"Bentuknya seperti kemaluan perempuan dan ada benjolannya banyak (benjolan) bintul. Ini kemudian disepakati secara kolektif, dan akhirnya turun temurun nama itu dipakai," ungkapnya.

Bagi kamu yang ingin mencicipi jajanan khas Jepara rondo royal bisa membuatnya sendiri. Bahan-bahan yang diperlukan pun sangat murah dan mudah didapatkan.

Diantaranya adalah tape singkong, tepung terigu, gula pasir, garam secukupnya. Cara membuatnya, bersihkan tape singkong dari serat-seratnya. Kemudian lumatkan tape singkong dan bentuk tape bulat-bulat sesuai yang diinginkan.

Untuk lapisannya, campur terigu, garam, gula, dan air secukupnya. Aduk hingga merata dan adonan menjadi lumer.

Jangan lupa panaskan minyak di dalam wajan untuk menggoreng rondo royal yang sudah siap. Saat minyak sudah panas, celupkan tape pada adonan pelapisnya lalu goreng.

Jika warna rondo royal sudah agak kecokelatan tandanya sudah matang dan segera angkat kemudian tiriskan. Makanan ini sangat pas disantap untuk menemani ngeteh atau ngopi di pagi atau pun malam hari.



Simak Video "Pepes Bluluk, Cita Rasa Pepes Tak Biasa dari Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com