Duh! 5 Negara Ini Ribut Gegara Saling Rebutan Seafood

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 27 Mei 2021 19:30 WIB
5 Fakta Lobster yang Dulu Dianggap Makanan Orang Miskin Foto: iStock
Jakarta -

Tak hanya masalah politik saja, seringkali banyak negara yang terlibat konflik gegara rebutan makanan. Salah satunya rebutan seafood.

Selain rebutan asal-usul makanan, seperti kimchi yang direbutkan oleh negara China dan Korea Selatan. Sampai rendang yang masih jadi rebutan negara Indonesia dan Malaysia. Ada juga negara yang terlibat konflik karena rebutan seafood.

Selama puluhan tahun terakhir, tercatat banyak konflik dua negara yang disebabkan seafood. Mulai dari Brazil yang berebut lobster dengan Prancis di awal tahun 1960.

Tak ketinggalan Vietnam yang terlibat konflik dengan Texas setelah rebutan udang di tahun 1979.

Dilansir dari Listverse (27/05), berikut negara-negara yang terlibat konflik karena rebutan seafood.

Baca Juga: Pisang Pernah Jadi Pemicu Konflik hingga Simbol Rasisme

1. Ikan Turbot

Fresh fish fillet of sea bass in ice on a dark slate background. Top view.Fresh fish fillet in ice on a dark slate background. Top view. Foto: iStock

Ikan turbot merupakan ikan pipih di perairan dangkal yang biasa ditemukan di Amerika. Ikan ini memiliki harga fantastis dan sering disajikan di restoran mewah.

Di tahun 1995, ikan turbot pernah memicu konflik antara negara Kanada dan Spanyol. Semuanya berawal dari salah satu kapal ikan milik Spanyol, yang tengah mengambil ikan turbot di perairan internasional.

Namun Kanada menuduh bahwa Spanyol mengambil ikan turbot melebihi kuota yang telah disepakati. Akhirnya pemerintah Kanada memotong jaring-jaring ikan milik kapal Spanyol dan Portugal, yang menyebabkan konflik dari dua negara tersebut.

Untungnya konflik ini selesai setelah Kanada dan Spanyol membuat kesepakatan baru. Salah satunya dengan memperketat aturan pengambilan ikan, sampai meningkatkan kuota ikan turbot untuk negara Spanyol.

2. Udang

Ilustrasi menu udangIlustrasi menu udang Foto: Getty Images/fcafotodigital

Pada tahun 1979 tepatnya setelah Perang Vietnam berakhir. Beberapa pengungsi dari Asia Tenggara pindah ke Galveston Bay di Texas, dan bekerja di kapal pencari udang di sana.

Tingginya pengungsi yang bekerja di kapal udang, membuat para nelayan lokal menjadi geram dan mulai berkompetisi untuk mencari udang sebanyak-banyaknya di Galveston Bay.

Konflik ini berakhir ricuh dan anarkis, setelah beberapa perkelahian antara pengungsi dan warga lokal terjadi. Bahkan warga lokal sempat menembak beberapa kapal udang milik orang Vietnam. Bahkan konflik ini sempat diangkat menjadi film populer di tahun 1985.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Bikin Laper: Aneka Resto Seafood Lezat di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com