Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 07 Mei 2021 03:00 WIB
Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar? Foto: Getty Images/iStockphoto/DGLimages
Jakarta -

Saat sahur, banyak orang masih melanjutkan makan meski azan subuh sudah terdengar. Dilihat dari hukum Islam, bolehkah hal ini dilakukan?

Sahur adalah waktu makan yang sangat dianjurkan di bulan ramadan. Bukan hanya mengisi energi, makan sahur punya banyak keutamaan dalam Islam.

Meski sifatnya sunah, Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan keutamaan sahur. Tercatat dalam Hadits Riwayat al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW mengatakan "Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan."

Sahur juga menjadi pembeda antara puasa umat Muslim dengan puasa umat agama lainnya. Allah SWT berfirman akan memberi kebaikan untuk Muslim yang jalani sahur. Pasalnya mereka yang sahur akan cenderung melakukan perbuatan baik lainnya sepanjang hari seperti melakukan ibadah wajib, mengaji, beramal, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 5 Alasan Pentingnya Sahur dalam Islam, Tak Sekadar Mengisi Perut!

Waktu makan sahur biasanya dimulai sejak pukul 3 dini hari, lalu di Indonesia ada imsak yang merupakan penanda bahwa azan subuh akan segera berkumandang. Namun faktanya, banyak orang masih meneruskan makan sahur saat azan subuh sudah terdengar.

Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar?Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar? Foto: Getty Images/iStockphoto/DGLimages

Sebenarnya bagaimana praktik ini dilihat dalam hukum Islam? detikfood mengutip video ceramah ustaz Adi Hidayat dalam YouTube Ceramah Pendek (7/6/17). Di sini beliau memaparkan penjelasan mengenai bolehkah meneruskan makan sahur ketika azan subuh sudah terdengar?

Ustaz Adi Hidayat mengatakan batas waktu makan sahur adalah sampai datangnya fajar (subuh). "Bila benang putih sudah menutup benang malam. Ini bahasa kiasan Alquran. Maksudnya sinar fajar sudah membelah gelapnya malam," ujarnya.

Ustaz Adi Hidayat melanjutkan, "Jadi batasan sahur kita itu sampai fajar. Tandanya fajar itu ada dua. Tanda yang bisa dilihat dari mata dan tanda yang didengar dari telinga. Sahur itu batasnya saat azan. Silakan makan minum senikmatnya, begitu azan (subuh) berkumandang, selesai."

Jadi jika azan subuh terdengar pukul 04.35, maka begitu azan, selesai sudah waktu sahur yang diperbolehkan. "Jadi kita tepis di sini satu pernyataan, kalau masih ada azan itu masih boleh makan," ujarnya.

Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar?Bolehkah Meneruskan Makan Sahur Saat Azan Subuh Sudah Terdengar? Foto: Getty Images/iStockphoto/DGLimages

"Jadi ukurannya bukan saat azan berkumandang, masih boleh makan. Maksudnya azan selesai baru selesai (makan sahur), bukan itu. Saat pertama fajar disampaikan, berhenti makan dan minum. Kalau ukurannya azan nanti jadi tidak jelas," pungkas ustaz Adi Hidayat.

Hal penting lainnya yang perlu diketahui soal sahur adalah adab makan sahur menurut ajaran Islam. Salah satunya adalah sahur mendekati azan subuh. Hal ini justru lebih dianjurkan oleh banyak ulama.

Lalu ada juga adab sahur dengan makan dan minum secukupnya. Sebagaimana yang dikatakan dalam Al Qur'an: "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A'raf, ayat 31).

Baca Juga: 5 Adab Makan Sahur Menurut Ajaran Islam, Simak Yuk!

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com