Lamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di Margonda

Zahrah Zayyan Layalia - detikFood Rabu, 21 Apr 2021 11:00 WIB
Lamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman ‘Berkat Doa Ibu’ di Margonda Foto: Zahrah Zayyan Layalia/detikcom
Jakarta -

Penggemar sate padang di Depok bisa puaskan selera di sini. Sate Padang Berkat Doa Ibu (BDI) menawarkan sate padang khas Pariaman yang kuahnya merah menggoda selera!

Sekilas sate padang yang dijual di penjual kaki lima hingga restoran Minang terlihat sama, padahal racikannya bisa jadi berbeda. Ada dua jenis sate padang yang umum ditemui di Jakarta dan sekitarnya.

Keduanya adalah sate padang khas Padang Panjang dan sate padang khas Pariaman. Sate padang ini berasal dari dua wilayah berbeda dan mudah dikenali dari warna bumbunya.

Sate padang khas Padang Panjang berwarna kuning terang karena dibuat menggunakan banyak kunyit. Sementara sate padang khas Pariaman memiliki bumbu kemerahan yang berasal dari penggunaan banyak cabai. Karenanya sate padang ini terasa lebih pedas.

Lamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di MargondaLamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di Margonda Foto: Zahrah Zayyan Layalia/detikcom

Di Depok, ada penjual sate padang khas Pariaman yang legendaris. Namanya Sate Padang Berkat Doa Ibu (BDI) yang sudah berdiri sejak tahun 1986.

Kedainya berlokasi di pinggir Jalan Margonda Raya, Depok. Tepatnya dekat Bamboo Dim Sum dan kampus Gunadarma Pondok Cina. Penanda kedai sate padang ini adalah spanduk bertuliskan 'Sate Padang BDI'.

Sate padang BDI buka sejak siang hingga tengah malam. Banyak penikmat sate padang mencicipi racikan di sini karena rasanya enak dan harganya ramah di kantong, Rp20.000 per porsi.

Lamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di MargondaLamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di Margonda Foto: Zahrah Zayyan Layalia/detikcom

Satu porsinya berisi 10 tusuk sate daging yang empuk enak. Lalu ditambah potongan lontong yang lembut dan taburan banyak bawang goreng.

Bumbu Sate Padang BDI berwarna merah terang karena menggunakan banyak cabai. Tentu saja yang dipakai adalah cabai asli sehingga rasa pedasnya juga lebih 'nendang'.

Setiap hari, pemilik Sate Padang BDI bisa menghabiskan 40 kg daging dan 200 buah lontong. Bahan-bahan ini diracik menjadi sekitar 200 porsi sate padang.

Namun di masa pandemi Covid-19, pemilik Sate Padang BDI mengaku omzet mereka turun drastis. Dalam sehari yang laku sekitar 50 porsi saja.

Lamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di MargondaLamak Bana! Sate Padang Khas Pariaman 'Berkat Doa Ibu' di Margonda Foto: Zahrah Zayyan Layalia/detikcom

Selain sate padang, di sini juga tersedia menu es enak khas Padang seperti es tebak dan es cincau padang. Sayangnya saat masa pandemi, dua menu ini belum dibuat lagi.

Sate Padang BDI juga bisa dipesan online maupun untuk acara-acara besar. Pelanggan setianya kebanyakan mahasiswa dan dosen kampus di sekitar kedai ini berdiri.

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com