Nasi Gaul, Hidangan Langka Khas Banjar yang Lebih Populer di Malaysia

Sonia Basoni - detikFood Senin, 12 Apr 2021 08:00 WIB
Nasi Gaul Foto: Facebook
Jakarta -

Nasi Gaul merupakan salah satu hidangan langka khas Banjar yang terancam punah. Meski dari Indonesia, hidangan yang satu ini justru lebih dikenal di Malaysia.

Banyak orang yang tidak tahu hidangan Nasi Gaul. Makanan tradisional yang satu ini berasal dari orang-orang Banjar, di Banjarmasin, Kalimantan. Tampilannya seperti nasi campur dengan ciri khas nasi yang dimasak dengan kaldu ayam.

Baca Juga: Semangka Hitam hingga Jamur, 5 Makanan Paling Langka di Dunia

Sayangnya makanan tradisional Banjar ini terancam punah. Karena hanya sedikit orang yang tahu bagaimana cara membuatnya. Nasi Gaul juga lebih populer di Malaysia, terutama di wilayah Johor dan Selangor tempat di mana orang-orang Banjar berkumpul.

Nasi Gaul, Hidangan Langka Khas Banjar yang Lebih Populer di MalaysiaNasi Gaul, Hidangan Langka Khas Banjar yang Lebih Populer di Malaysia Foto: Facebook Kulaan Banjar

Dilansir dari Malay Mail (09/04), dulu Nasi Gaul dibuat sebagai menu makanan utama dalam berbagai acara. Tentunya acara yang digelar oleh orang-orang Banjar. Mulai dari pesta pernikahan, pengajian sampai tahlilan.

Tapi menurut Arbahai Abd Rashid, orang yang mahir membuat Nasi Gaul. Makanan ini semakin langka dan sudah jarang orang yang tahu. Karena kini kebanyakan orang Banjar lebih suka menyajikan nasi Biryani, dengan berbagai lauk yang lebih meriah.

Dibandingkan dengan Nasi Gaul, yang hanya dilengkapi dua lauk saja.

"Nasi Gaul dimasak menggunakan beras basmathi. Kemudian dimakan pakai lauk ayam dan daging sapi rebus. Nasi ini disajikan dengan Acar Banjar, isinya itu ada irisan mentimun, tomat, bawang, cabe dan terasi bakar," ungkap pria berusia 63 tahun ini.

Nasi Gaul, Hidangan Langka Khas Banjar yang Lebih Populer di MalaysiaNasi Gaul, Hidangan Langka Khas Banjar yang Lebih Populer di Malaysia Foto: Bernama/Khamarul


Selain daging sapi dan ayam rebus, orang-orang juga suka menambahkan dalca. Yaitu potongan terong yang disiram dengan kuah seperti gulai.

Agar orang-orang mengenal kembali Nasi Gaul, Arbahai sengaja memasukkan menu ini ke warung makannya. Dikenal juga dengan nama 'Warong Kulaan' di Tongkang Pechah, Johor.

Tapi karena Nasi Gaul ini membutuhkan waktu berjam-jam untuk membuatnya. Arbahai hanya bisa menyajikan menu ini setidaknya dua kali dalam sebulan.

Untuk membuat varian lauknya lebih beragam, Arbahai menambahkan daging kambing empuk gurih sebagai teman makan nasi.

Menurut warga di sekitar sana, Warong Kulaan ini merupakan satu-satunya tempat makan di Johor yang menyajikan makanan tradisional khas Banjar. Hampir semua makanan di sana berasal dari Banjarmasin.

Baca Juga: Langka! Ini 5 Makanan Khas Betawi yang Sudah Hampir Punah



Simak Video "Menjajal Kesegaran Air Mata Kucing dari Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com