Apa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya

Riska Fitria - detikFood Selasa, 06 Apr 2021 13:00 WIB
Apa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya Foto: Twitter @kulinersurabaya
Jakarta -

Beberapa waktu lalu heboh soal rujak cingur yang disebut-sebut berasal dari Mesir. Namun, seorang pengamat kuliner menyebut itu hanyalah hikayat. Ini penjelasannya.

Dari hikayat yang beredar, konon asal-usul rujak cingur disebut-sebut berasal dari Mesir. Disebutkan bahwa Raja Firaun Hanyokrowati yang sedang bertahta saat itu sedang mengadakan sayembara.

Raja mengatakan akan mengabulkan permintaan apapun bagi seseorang yang bisa membuatkan makanan lezat untuknya. Lalu ada seseorang bernama Abdul Rozak datang dengan membuat makanan yang terbuat dari cingur unta.

Baca Juga : Ternyata Rujak Cingur Surabaya Pernah Jadi Favorit Raja Firaun

Ternyata Rujak Cingur Surabaya Pernah Jadi Favorit Raja FiraunApa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya Foto: Instagram @the.lucky.belly

Karena berhasil memuaskan lidah Raja, Abdul Rozak diberi kapal laut sesuai permintaannya. Kemudian Abdul Rozak mengembara menggunakan kapal dan berlabuh di Surabaya. Di sana, Abdul Rozak disebut-sebut menyebarkan resep rujak cingur.

Bahkan kata 'rujak' disebut-sebut diambil dari nama 'Rozak'. Hal tersebut dibantah oleh Henry, seorang pengamat kuliner yang eksis lewat akun Twitter @makanmasak.

"Itu sebenarnya cuma guyonan ya, orang Surabaya gak pernah ngakuin itu. Sebenernya ada kesalahan besar banget di ceritanya, itu kayak mitos saja cerita rujak dan Mesir" ujar Henry kepada detikcom (05/04).

Apa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta SesungguhnyaApa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya Foto: Twitter @kulinersurabaya

Lewat sebuah Thread di Twitternya (22/03) Henry menceritakan asal-usul rujak cingur sebagai kuliner khas Surabaya. Menurunnya, rujak cingur berasal dari bagian utara Jawa Timur atau sepanjang sungai Brantas atau Kalimas atau Surabaya.

"Beberapa bahan yang digunakan similiar dengan beberapa masakan di daerah tersebut, seperti penggunaan Petis sebagai bahan utama," tulis Henry.

Lebih lanjut, Henry mengatakan bahwa rujak cingur merupakan gabungan dari dia makanan, yakni rujak buah dan cingur atau mulut sapi dengan bumbu berupa petis. Nah, rujak cingur tercipta atas kekreatifan masyarakat Surabaya dari etnis Jawa, Tionghoa, Arab dan Madura.

Apa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta SesungguhnyaApa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya Foto: Twitter @kulinersurabaya

Mereka meracik bahan makanan yang lengkap nutrisinya, mulai dari Karbohidrat, Protein, Sayuran hingga buah-buahan dan semua disatukan di bawah bumbu petis. Henry juga mengatakan kalau antara cingur dan petis memiliki hubungan.

"Kalau bukunya Dukut Imam dibahas juga bagaimana petis diproduksi di Jatim, nah itu hubungan petis dan rujak cingur, karena ada 3 bahan yang wajib di rujak cingur, pisang batu, petis dan cingur itu sendiri," ujar Henry.

Jadi, rujak cingur berawal dari rujak buah dengan garam dan sambal. Menurut Henry, rujak buah sendiri sudah ada dari zaman Kerajaan Mataram. Kemudian racikannya menyebar, dan bumbunya jadi semakin beragam.

Ternyata Rujak Cingur Surabaya Pernah Jadi Favorit Raja FiraunApa Benar Rujak Cingur Berasal dari Mesir? Ini Fakta Sesungguhnya Foto: iStock/ Instagram @the.lucky.belly

"Sampai ke Jati itu jadinya ditambah gula merah dan petis. Nah, di sini emang orang dulu gabungan rujak buah ini sama sayur-sayuran yang udah direbus. Ditambah irisan cingur," ujar Henry.

Jadi kesimpulannya, rujak cingur adalah makanan yang berkembang dan tercipta autentik di Surabaya atau sepanjang KaliMas. Rujak cingur tumbuh dari beberapa masakan yang digabungkan dan tercipta seiring waktu.

Baca Juga : Rujak Cingur, Sajian Moncong Sapi yang Kenyal Gurih Khas Surabaya



Simak Video "Bikin Laper: Santap Rawon Berdaging Lembut di Menteng"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com