Di Eropa dan Amerika Konsumsi Produk Hewani Tahun 2025 Akan Menurun

Yenny Mustika Sari - detikFood Senin, 29 Mar 2021 18:00 WIB
Two raw rib eye steak on a wooden Board on a table prepared for the grill. Top view rustic style Foto: iStock
Jakarta -

Eropa dan Amerika Serikat diprediksi akan mencapai puncak konsumsi daging pada tahun 2025. Hal ini berdampak pada konsumsi protein hewani yang akan mulai menuurn.

Di negara-negara Barat, konsumsi daging memang cukup tinggi karena menjadi makanan utama. Mereka terlalu banyak konsumsi daging untuk olahan hidangan.

Bahkan, pada tahun 2025 mendatang beberapa negara diprediksi akan capai puncak konsumsi daging. Hal ini telah disampaikan pula pada laporan prediksi alternatif pasar yang akan mengembangkan 97 juta metrik ton hingga tahun 2035.

Puncak konsumsi daging ini juga berarti bahwa konsumsi protein hewani akan dikurangi secara drastis. Para peneliti juga telah menyiapkan protein nabati pengganti produk hewan.

Tips Masak Daging Wagyu di Rumah dari Chef Arnold Poernomodaging Foto: iStock

Baca juga: Konsumsi Daging Sapi Orang Amerika Turun Hampir 20 Persen

Dilansir melalui Plant Based News (24/3) Eropa dan Amerika utara akan mencapai puncak konsumsi daging pada tahun 2025. Tentunya, konsumsi daging ini harus mulai ditekan dan digantikan dengan berbagai protein nabati lainnya.

"Protein alternatif dalam waktu dekat akan dicocokkan dengan protein hewani dari rasa, tekstur hingga harga," kata Benjamin Morac selaku direktur manager BCG.

Menurut penjelasan pada laporan harga paritas, harga juga akan disesuaikan karena akan menjadi pertimbangan pertama untuk diterima konsumen. Prediksi produk hewani bahkan akan diciptakan alternatifnya seperti burger yang terbuat dari kedelai, kacang polong dan protein nabati lain yang mungkin akan direalisasikan oada 2023 atau lebih cepat.

Tips Masak Daging Wagyu di Rumah dari Chef Arnold Poernomodaging Foto: iStock

"Arena untuk mengembangkan protein alternatif cukup luas dan perkembangannya cukup pesat," kata Bjorn Witte selaku rekan manager dan CEO BHC.

Selanjutnya, alternatif protein ini juga akan dicoba dengan bahan-bahan yang mengandung mikroorganisme. Misalnya seperti jamur, ragi serta alga yang direncanakan akan telah berkembang pada 2025.

Tidak hanya mencari alternatif melalui tumbuhan, alternatif menumbuhkan sel hewan juga dilakukan. Sel-sel hewan yang akan ditumbuhkan ini diprediksi akan siap untuk dipasarkan pada 2032.

Baca juga: Pertama Kali Dalam 100 Tahun, Warga Amerika Lebih Banyak Makan Daging Ayam



Simak Video "Harga Daging Sapi Meroket, Pedagang di Parepare Dilema"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com