Di Negara Ini Tikus Sambal Terong hingga Trenggiling Jadi Makanan Favorit

Sonia Basoni - detikFood Senin, 22 Mar 2021 12:30 WIB
Di Negara Ini Tikus Sambal Terong hingga Trenggiling Jadi Makanan Favorit Foto: El Pais/JOOST BASTMEIJER
Jakarta -

Konsumsi daging tikus hingga pangolin (trenggiling) dilarang di berbagai negara, tapi di negara ini orang-orang masih suka makan tikus sambal terong dan hewan lainnya.

Di negara Ivory Coast yang ada di Afrika Barat, warganya masih gemar menyantap berbagai daging hewan liar. Meski sejak pandemi Corona, peredaran dan konsumsinya sudah dibatasi tapi masih banyak orang yang menyantap daging hewan liar ini sehari-hari.

Baca Juga: Karena Rasanya Enak, Tikus Jadi Hidangan Populer di 5 Negara Asia Ini

Dilansir dari El Pais (21/03), negara Ivory Coast telah mengeluarkan peraturan larangan berburu hewan liar sejak tahun 1974. Karena konsumsi daging hewan liar sangat tinggi di sana.

Apalagi ketika wabah Ebola menyebar di Afrika pada tahun 2014 lalu. Pemerintah menghentikan seluruh konsumsi daging hewan liar, ditambah dengan adanya pandemi Corona selama setahun ke belakang.

Tikus gotTikus got Foto: (Getty Images/iStockphoto/igorr1)

Meski dihadapkan dengan risiko kesehatan yang tinggi, penjualan hingga konsumsi daging liar di Ivory Coast masih tinggi.

DI Agou contohnya. Banyak restoran lokal yang masih menyajikan menu tikus dengan sambal terong yang disantap dengan singkong sebagai pengganti nasi.

"Rasa tikus sambal terong ini cukup enak. Kalau memang daging hewan liar ini membawa virus dan penyakit tentu saja keselamatan kita terancam, karena hewan-hewan ini tidak pernah dicek kelayakannya," jelas warga bernama Emile Yapo.

Bukan tanpa alasan mengapa warga di Ivory Coast tetap memakan daging hewan liar. Terkadang mereka tidak memiliki pilihan lain.

"Terkadang daging hewan-hewan liar ini yang hanya bisa kita makan. Kita tidak memiliki pilihan lain," lanjut Yapo.

Di Negara Ini Tikus Sambal Terong hingga Trenggiling Jadi Makanan FavoritDi Negara Ini Tikus Sambal Terong hingga Trenggiling Jadi Makanan Favorit Foto: El Pais/JOOST BASTMEIJER

Harga daging hewan liar di sana juga jauh lebih murah dibandingkan harga daging ayam dan sapi. Sehingga daging hewan liar ini dijadikan sumber protein utama, terutama bagi warga-warga yang tinggal di wilayah pedalaman.

"Tidak terlalu banyak pilihan makanan di sini. Harga ikan terlalu mahal. Jadi kami selalu ke hutan untuk berburu hewan liar lalu memasaknya di rumah," ungkap Sylvie Demoue, pemilik restoran lokal yang sajikan daging hewan liar.

Tak hanya menyantap daging tikus saja, terkadang mereka juga memakan hewan pangolin yang terancam punah, ular hingga kelelawar.

Organisasi World Wide Fund for Nature (WWF), sudah mencoba mengedukasi orang-orang di Ivory Coast tentang bahaya konsumsi daging hewan liar.

Peternakan Ular ChinaPeternakan Ular China Foto: HAP/REX

"Ketika kami minta mereka untuk berhenti memakannya. Mereka bertanya apa yang akan mereka dapatkan dari semua ini? Kemudian mereka akan marah," jelas Marcelline Bah, selaku perwakilan organisasi non-profit Les Amis de Nature.

Sama seperti negara China, pemerintah di Ivory Coast juga sedang melancarkan edukasi untuk menghentikan konsumsi daging hewan liar. Terutama hewan pangolin.

"Salah satu tantangan terbesar untuk melindungi hewan-hewan ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat, polisi, ahli hewan hingga komunitas," pungkas ahli sejarah Anicet Zran.

Baca Juga: Tak Hanya di Wuhan, 5 Pasar Tradisional Ini Juga Jual Berbagai Daging Hewan Liar

(sob/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com