Belanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar Modern

Luthfi Baihaqy - detikFood Selasa, 16 Mar 2021 06:00 WIB
Belanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar Modern Foto: Luthfi Baihaqy/detikcom
Malang -

Pasar Oro-Oro Dowo, salah satu pasar tradisional di Kota Malang yang terletak di Jalan Guntur, Klojen. Pasar ini sudah ada sejak tahun 1932 pada zaman kolonial Belanda.

Konon pada masa kolonial bangunan pasar ini dipakai sebagai tempat tahanan Belanda. Pasar yang berwajah jadul kini sudah berubah menjadi modern. Bangunan depan dan bangunan utama pasar tetap dipertahankan.

Seperti konsep pasar tradisional modern, lapak pedagang diatur lebih baik, lantai keramik dan kebersihan menjadi faktor utama. Tersedia troli dan pengunjung bisa berbelanja nyaman karena sangat bersih.

Belanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar ModernBelanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar Modern Foto: Luthfi Baihaqy/detikcom

Pada tahun 2015 pasar ini direvitalisasi hingga menjadi pasar yang modern dan bersih seperti saat ini. Pada proses renovasi, para pedagang dipindahkan untuk sementara waktu ke penampungan. Setelah proses renovasi selesai, para pedagang dapat menempati kios yang disediakan tanpa membayar sepeserpun.

Bu Wiji salah satu pedagang sayuran di Pasar Oro-Oro Dowo mengungkapkan kepada Detikfood (11/03), "Dulu sebelum renovasi nggak seperti ini, sekarang sudah enak, rapi dan bersih banget," ujarnya.

Bu Wiji sendiri sudah berjualan di pasar ini selama 40 tahun. Meskipun tinggal di Kota Batu, namun Bu Wiji mengungkapkan merasa nyaman berjualan disini karena harganya dapat bersaing serta tempatnya yang bersih dan nyaman.

Belanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar ModernBelanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar Modern Foto: Luthfi Baihaqy/detikcom

Di dalam pasar Oro-Oro Dowo pengunjung dapat menemui berbagai macam bahan kebutuhan sehari-hari mulai dari aneka sayur, buah, jajanan, hingga perlengkapan rumah tangga. Papan nama berisi informasi identitas penjual terpampang di atas kios masing-masing sehingga mempermudah pengunjung saat berbelanja.

Uniknya, meskipun Oro-Oro Dowo merupakan pasar tradisional namun pihak pasar menyediakan troli untuk membawa barang belanjaan. Selain itu juga terdapat beberapa fasilitas lainnya yang dapat digunakan oleh pengunjung seperti toilet, ruang sidang tera, dan mushola.

Saat detikcom mengunjungi pasar ini (11/03) tak menemui satupun sampah berserakan di sepanjang jalan pasar. Hal tersebut tentunya membuat pengunjung menjadi lebih nyaman saat berbelanja.

Belanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar ModernBelanja Asyik di Pasar Oro-Oro Dowo, Pasar Kolonial yang Jadi Pasar Modern Foto: Luthfi Baihaqy/detikcom

"Selalu belanja di sini, biasanya 2 hari sekali biasanya pas weekend, gak menentu sesuai kebutuhan. Enaknya disini bersih yaa, terus juga lumayan lengkap buat beli bahan-bahan masakan," ujar Emila, seorang ibu rumah tangga yang mengaku sering berbelanja di pasar seluas 3.400 meter persegi tersebut.

Pasar Oro-Oro Dowo beroperasi dari fajar hingga petang. Buka pada pukul 5 pagi dan biasanya sudah banyak kios yang tutup mulai pukul 1 siang. Pasar ini biasanya ramai pengunjung saat tanggal merah dan weekend seperti hari Jum'at, Sabtu, dan Minggu.

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com