Suaminya di-PHK, Ibu Ini Jualan Kerupuk Demi Pengobatan Sang Anak

Yenny Mustika Sari - detikFood Sabtu, 13 Mar 2021 14:00 WIB
kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak. Foto: Instagram @kitabisacom
Jakarta -

Ibu ini harus banting tulang berjualan kerupuk karena suaminya di-PHK dari tempat kerjanya. Ia melakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pengobatan sang anak.

Pandemi COVID-19 belum kunjung berakhir di Indonesia. Sampai saat ini kasus penyebaran COVID-19 masih melonjak.

Akibatnya banyak sektor usaha yang dirugikan. Yang paling terlihat dari sektor pariwisata, transportasi, dan juga kuliner.

Karena sektor pariwisata banyak banyak tutup, hasilnya transportasi darat hingga udara terkena dampaknya. Seperti salah satu terminal bus yang ada di Surabaya.

Baca Juga: Miris! Nenek Penjual Piring Kena Tipu, Dibayar Pakai Amplop Isi Koran

kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak.kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak. Foto: Instagram @kitabisacom

Banyak pekerjanya yang harus rela di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena terminal tersebut tutup. Hal itu juga dirasakan oleh suami dari ibu penjual kerupuk di Surabaya.

Telah dikonfirmasi oleh detikFood (11/3), suami dari ibu penjual kerupuk ini di-PHK dari terminal tempatnya bekerja. Untuk membantu perekonomian keluarga, ibu bernama Rini inipun memiliki inisiatif untuk jualan kerupuk.

"Mulai bapak di PHK ngga bisa kerja, ibu langsung jualan kerupuk. Bapak kerja di bis, di terminal. Terus kan ditutup itu terminal, ditutup berapa bulan," cerita ibu Rini seperti dikutip dari video yang dibagikan oleh akun Instagram @kitabisacom (4/3).

"Alhamdulillah, sampai sekarang bertahan hidup dengan ini," sambungnya.

kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak.kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak. Foto: Instagram @kitabisacom

Dalam videonya, terlihat ibu Rini dengan putrinya yang bernama Ilda berjualan kerupuk di pinggiran jalan. Menurut sumber informasi, ia menawarkan kerupuk dagangannya itu selepas Magrib.

Lokasinya berjualan kerupuk ada di Jalan Guyungsari, Surabaya. Kerupuk yang ia tawarkan dibanderol harga Rp 5.000 per bungkusnya.

Walaupun harga kerupuk yang ia tawarkan terjangkau, namun tak banyak yang habis terjual. Paling tidak dalam sehari laku terjual 3 bungkus kerupuk. Meski begitu, ibu Rini tetap bersyukur.

Pendapatan yang ibu Rini dapatkan dari menjual kerupuk ini ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ibu Rini juga menyisihkannya untuk biaya pengobatan Ilda yang sejak kecil mengidap penyakit asma.

kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak.kisah ibu penjual kerupuk di surabaya yang harus banting tulang karena suaminya di-phk dan untuk biaya pengobatan sang anak. Foto: Instagram @kitabisacom

Kisah ibu Rini penjual kerupuk di Surabaya ini berhasil menyita perhatian netizen setelah diunggah oleh akun Instagram @kitabisacom. Banyak netizen yang mendoakan ibu Rini dalam kolom komentar.

"Semoga dimudahkan rejekinya ya Allah," komentar netizen. "Semoga dilancarkan rejekinya dan diberikan kesehatan amin," sahut lainnya.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Kakek Ini Menangis Haru Saat Buahnya Diborong Orang



Simak Video "Kerupuk Asinan, Si Merah Kuning Lezat Dicolek Sambel Kacang Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(yms/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com