Gegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating Jelek

Sonia Basoni - detikFood Kamis, 04 Mar 2021 18:00 WIB
Gegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating Jelek Foto: Twitter @zahIDGAF
Jakarta -

Kemas makanan terlalu aman membuat pembeli ini kesal dan kehilangan nafsu makan. Berujung pembeli memberikan rating jelek ke toko online ini.

Sejak pandemi banyak orang yang lebih suka belanja online. Selain lebih praktis, belanja online juga lebih aman karena tidak perlu keluar rumah dan bertemu banyak orang.

Baca Juga: Ngakak! Netizen Ini Beli Minuman Kemasan Rp 400 Lewat Online Shop

Biasanya banyak pembeli yang meminta belanjaan mereka dibungkus atau dikemas dengan aman. Mulai dari menggunakan bubble wrap yang tebal, dibungkus dengan plastik yang kencang sampai menggunakan kotak kayu.

Gegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating JelekGegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating Jelek Foto: Twitter @zahIDGAF


Tapi rupanya kemasan yang aman ini membuat jengkel satu pembeli. Dilansir dari Siakapkeli (04/03), seorang pemilik toko makanan online bernama Zahid asal Malaysia. Ia membagikan pengalamannya di Twitter @zahIDGAF.

"Barang kami kemas dengan aman pun masih dapat rating bintang tiga. Katanya sudah kehilangan nafsu makan karena susah membuka kemasannya," curhat Zahid, lengkap dengan foto ulasan dari pembeli yang marah-marah di lapak toko onlinenya.

"Chocorichee ini enak dan cokelatnya memang banyak. Tapi kemasannya terlalu aman, sampai saya sulit sekali untuk membukanya. Akhirnya nafsu makan jadi hilang, maaf," kritik pembeli itu yang memberikan bintang 3 dari bintang 5 di toko Zahid.

Zahid sendiri diketahui menjual produk cokelat lokal bernama 'Choccorichee'. Dengan kisaran harga RM 7 (Rp 25.000) per kotaknya. Produk cokelatnya sudah terjual lebih dari 12 ribu kotak.

Gegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating JelekGegara Kemas Makanan Terlalu Aman, Toko Ini Malah Dapat Rating Jelek Foto: Twitter @zahIDGAF

Meski mendapatkan bintang tiga karena kemasan cokelat yang terlalu aman. Tapi Zahid merasa beruntung karena pembeli yang lain tetap memberikan rating bintang 5 di produknya.

"Ya Allah saya terkejut melihat notifikasi yang penuh. Alhamdulilah meski dia kasih bintang tiga, tapi produk cokelat saya masih bintang lima di toko online. Cuma saya sedikit kecewa, karena rating seperti ini bisa menjatuhkan performa penjual," ucap Zahid.

Zahid juga mengingatkan pentingnya kebaikan pembeli untuk tidak main-main saat menulis ulasan, sampai memberikan rating bintang di setiap toko online.

"Jika barang yang kalian beli tak sesuai ekspektasi, atau rusak dan hilang tolong chat penjual dulu. Sebagai penjual kai selalu melakukan yang terbaik untuk kepuasan pembeli," saran Zahid.

Banyak netizen yang gemas sendiri dengan rating pembeli ini.

Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping.Online payment. Hands of woman using mobile smartphone and laptop computer for online shopping. Foto: iStock

"Kalau kita kemas pesanan mereka secara asal, nanti kalau paketnya rusak atau tumpah penjual juga yang kena marah," curhat salah satu netizen.

"Dapat pembeli seperti ini jadi serba salah. Mau kemas barang dengan aman dimarahin, kalau kemasannya tipis juga pasti dimarahin," lanjut netizen.

"Kenapa seperti ini coba kelakuannya? Dapat kemasan yang aman salah, tak aman juga salah. Memang susah betul menyenangkan hati manusia. Kalau saya lebih suka kemasan yang aman terutama saat membeli makanan online," pungkas netizen lainnya.

Baca Juga: Kocak dan Konyol, Ini 5 Kisah Online Shop Makanan



Simak Video "Mantul! Penjual Pentol Dandan ala Orang Kantoran"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
DRooftalk
×
Lebaran Dilarang Mudik
Lebaran Dilarang Mudik Selengkapnya