Makan 'Sampah' Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 Bulan

Devi Setya - detikFood Selasa, 23 Feb 2021 11:30 WIB
Makan Sampah Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 Bulan Foto: Metro
Jakarta -

Seorang wanita yang juga seorang guru memilih mencari makanan dari 'sampah' supermarket. Ia pun bisa menghemat pengeluaran hingga belasan juta hanya dalam waktu 2 bulan.

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi produksi sampah. Dan banyak cara juga yang bisa diterapkan untuk menghemat pengeluaran. Hebatnya, ada seorang wanita melakukan dua hal ini sekaligus.

Dilansir dari Metro (22/2) Íde Mhic Gabhann dari Dublin merasa miris melihat banyaknya tumpukan sampah, termasuk di dalamnya sampah makanan. Sampai akhirnya ia tergerak untuk mencoba mengurangi limbah sampah ini dengan cara mencari makanan yang masih layak makan.

Makan 'Sampah' Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 BulanMakan 'Sampah' Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 Bulan Foto: Metro

Ide memang secara tidak langsung terlihat seperti menyantap 'sampah' makanan padahal ia hanya memilih dan memakan makanan yang masih layak. Ia memilih mengais sampah sisa makanan di supermarket.

Saat malam hari, Ide akan pergi ke bagian pembuangan sampah di supermarket. Ia mencari aneka makanan mulai dari buah, sayuran, daging, makanan instan bahkan cokelat mewah yang masih layak makan. Cara makan seperti ini dikenal dengan sebutan freeganisme.

Di beberapa negara di Eropa memang banyak yang menerapkan pola makan seperti ini. Freeganisme adalah kegiatan mengambil kembali dan memakan makanan yang sudah dibuang. Praktik ini diklaim sebagai langkah untuk menyelamatkan dunia sekaligus menghemat pengeluaran untuk makan.

Ide, wanita yang juga berprofesi sebagai guru ini sudah menjalankan pola makan freeganisme selama 2 bulan terakhir. Ia bahkan mengaku bisa menghemat uang hingga £ 700 (Rp 13,8 juta).

Wanita berusia 37 tahun ini juga mengajak sang suami, Ciaran, untuk berburu 'sampah' makanan. Ciaran selalu datang ke tempat pembuangan sampah pada tengah malam. Di awal ia melakukan kegiatan ini banyak yang memandangnya dengan tatapan jijik.

"Beberapa orang memandang saya dengan tatapan ngeri dan menjijikan. Banyak orang juga mengira kalau saya tunawisma dan miskin," kata Ciaran.

Ide dan Ciaran sudah mulai melakukan pola makan freeganisme sejak 2016 namun tidak konsisten setiap hari. Selama mencari sampah makanan supermarket ini mereka mengatakan tak pernah menemukan hal menjijikan yang membuat mual.

"Tidak ada yang menjijikkan di tempat sampah. Hal terburuk yang mungkin Anda temukan adalah yogurt yang bocor atau bubuk kakao yang tumpah. Ini makanan supermarket," kata Ide.

Makan 'Sampah' Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 BulanMakan 'Sampah' Supermarket, Guru Ini Hemat Rp 13 Juta dalam 2 Bulan Foto: Metro

Kegiatan mengais sampah makanan menjadi aktivitas rutin pasangan suami istri ini. Mereka bahkan membagikan pengalaman lewat instagram @trytobegreensince2016. Saat valentine bahkan pasangan ini menemukan banyak cokelat dan permen yang dibuang padahal kualitasnya masih sangat baik.

Ide bahkan bisa mengolah sampah makanan ini menjadi hidangan lezat. Ia meracik makanan instan dengan tambahan sayuran dan aneka bumbu. Hasilnya akan sama persis dengan makanan segar dan tidak akan ada yang menyangka kalau makanan ini berasal dari sampah.

"Biasanya, yang saya lakukan dengan makanan siap saji adalah mengubahnya menjadi hidangan yang lebih menarik. Saya akan membuat pie atau makanan lain dengan menambahkan saus. Rasanya lezat," pungkas Ide.



Simak Video "Masak Masak: Bikin Sambal Bajak Petai yang Bikin Nagih"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com