Di Pasar Arbil, Pelanggan Pertama Boleh Tentukan Harga Semaunya

Tim Detikfood - detikFood Jumat, 19 Feb 2021 06:30 WIB
Di Pasar Arbil, Pelanggan Pertama Boleh Tentukan Harga Semaunya Foto: Getty Images
Jakarta -

Pagi hari di pasar bersejarah Arbil, Irak para pemilik toko menyapu pintu masuk dan penuh semangat menunggu 'istiftah'. Pelanggan pertama sebagai pertanda baik.

Untuk negara yang penduduknya terkenal ramah seperti Irak, di mana meja makan sering dipenuhi dengan piring-piring daging sebesar ban truk, istiftah berarti pembuka.

Pelanggan pertama hari itu bebas menyebutkan harga untuk barang atau jasa yang dibelinya, tanpa proses tawar menawar dan kompromi yang biasa terjadi di pasar tradisional.

"Pelanggan pertama amat luar biasa," kata Hidayet Sheikhani (39).

"Ia membawa keberkahan dan kesejahteraan langsung dari Tuhan kepada pedagang di pagi hari."

Di Pasar Arbil, Pelanggan Pertama Boleh Tentukan Harga SemaunyaDi Pasar Arbil, Pelanggan Pertama Boleh Tentukan Harga Semaunya Foto: Getty Images

Sheikhani menjual syal dan topi sulam tradisional di pasar Arbil yang ramai, terletak di ibu kota wilayah Kurdistan.

Para pemilik toko tiba di lorong pasar berdinding batu bata sejak fajar, menggulung daun jendela toko mereka dan menuangkan segelas teh manis yang menjadi minuman wajib untuk memulai hari.

Pedagang dan istifah adalah tradisi kuno, tidak hanya di Irak, tetapi di seluruh Timur Tengah.

Sheikhani mewarisinya dari kakeknya, yang memiliki toko di pasar yang sama seabad lalu. Pada saat itu, katanya, tradisi istiftah menjadi penentu jual beli pada hari itu.

Pemilik toko yang belum menjual apapun akan meletakkan kursi di luar tokonya, sebagai isyarat kepada rekan mereka.

Mereka yang telah melakukan penjualan pertama akan mengarahkan pembeli yang datang ke toko lain, sampai semua pedagang mendapatkan istiftah-nya.

Baru setelah itu mereka akan menerima pelanggan kedua. Itu berlaku untuk pemilik toko Muslim dan Yahudi, kata Sheikhani, karena Arbil adalah rumah bagi komunitas Yahudi yang berkembang hingga pertengahan abad ke-20.

Apa saja keunikan pasar bersejarah yang masih memelihara tradisi jual beli ini? Baca selengkapnya DI SINI !



Simak Video "Bikin Laper: Ayam Bakar Taliwang Jurang Mangu yang Hits"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com