Ngamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan Polisi

Devi Setya - detikFood Minggu, 24 Jan 2021 18:00 WIB
Ngamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan Polisi Foto: tiktok @tepokjidat
Jakarta -

Peraturan pemerintah soal pembatasan jam operasional rumah makan membuat emosi pemilik warung. Adu mulut pun tak terhindarkan.

Selain menjaga jarak dan mengenakan masker, pengusaha rumah makan di beberapa daerah dipaksa menutup jam operasional pada pukul 19.00 atau 20.00. Ternyata aturan ini ditanggapi pro dan kontra, pasalnya banyak rumah makan yang baru mulai buka sore ataupun malam hari

Aksi emosi salah satu pemilik warung makan terekam lewat video yang akhirnya viral di tiktok. Pemilik warung makan ini tak terima kalau para pelanggannya diusir oleh polisi yang bertugas. Ia pun marah-marah memaki anggota polisi.

Ngamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan PolisiNgamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan Polisi Foto: tiktok @tepokjidat

Lewat akun tiktok @tepokjidat terlihat aksi adu mulut ini. Para polisi meminta pemilik warung segera menutup tempat usahanya karena melewati jam malam yang ditentukan pemerintah. Namun pemilik warung tak terima karena ia mengaku sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Dalam video juga pemilik warung menyampaikan alasannya membuka warung makan hingga malam. Tujuannya tak lain adalah untuk mencari uang demi menyambung hidup.

"Protokol kesehatan ada pak, ini saya pakai masker pak, jaga jarak ini sudah jelas pak, ini outdoor pak. Bapak komandan jadi maunya gimana?" kata sang pemilik usaha ini.

Polisi yang ada di lokasi pun tak mau kalah. Mereka merasa menjalankan tugas dan menegakkan aturan yang sudah dibuat.

"Pemerintah juga harus memahami, bapak dapat gaji, dapat tunjangan. Saya apa? Jawab pak saya dapat kompensasi apa dari pemerintah kalau disuruh tutup?" lanjut pria ini dengan nada tinggi.

Puncak dari kekesalan sang pemilik warung adalah ketika para polisi berusaha mengusir para pelanggan yang sedang makan. "Jangan ganggu customer saya pak, jangan ganggu. Customer saya lagi makan," bebernya.

Video bertuliskan "Indonesia Dilarang Lapar" ini pun menjadi viral. Hingga saat ini bahkan sudah disaksikan lebih dari 7 juta kali.

Ngamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan PolisiNgamuk Warung Makannya Dipaksa Tutup, Pria Ini Ribut dengan Polisi Foto: tiktok @tepokjidat

"Bapak-bapak yang pinter, kami juga para pekerja yg jauh dari rumah harus makan pak, kalo rmh makan gak buka kami beli dimana?," kata netizen.

"Ini logika pak polisi dimanaa yah. masa org makan disuruh make masker dan mau di foto wkwkwkeke," sahut netizen.

"Bapak nya luar biasa sekali, coba bapak makan pake masker, bikin tutorial penasaran gw," pungkas netizen yang gagal fokus dengan aturan sang polisi yang menyuruh orang makan sambil mengenakan masker.



Simak Video "Sedap Nikmat Nila Calabalatuik hingga Gulai Bareh di Warung Tuman"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com