ADVERTISEMENT

Berikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat Netizen

Devi Setya - detikFood
Jumat, 25 Des 2020 09:00 WIB
Berikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat Netizen
Foto: tiktok @sabenasabba
Jakarta -

Telur ayam memang penting bagi tumbuh kembang anak, tapi bukan berarti diberikan dalam keadaan mentah. Ibu yang memberikan telur mentah untuk anaknya ini banjir hujatan netizen.

Produk olahan telur memang disarankan untuk bayi berusia diatas 6 bulan sebagai makanan pendamping ASI. Telur bisa dijadikan campuran pada bubur bayi, tapi harus diolah dengan benar sampai matang.

Seorang ibu belakangan ini viral setelah memberikan telur ayam mentah untuk sang anak. Ibu yang memiliki bayi berusia 9 bulan ramai dihujat netizen setelah videonya viral.

Berikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat NetizenBerikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat Netizen Foto: tiktok @sabenasabba

Lewat akun tiktoknya @sabenasabba, ia mengunggah video saat memberikan kuning telur mentah pada sang buah hati. Kuning telur ini dicampur air dan susu formula lalu dimasukkan dalam botol dot bayi. Ia beralasan kalau resepnya ini bisa membuat bayinya cerdas dan sehat.

"Rahasia anak jadi jenius, cerdas, pintar dan kuat," tulis ibu ini dalam videonya.

Tak hanya itu, ia juga membeberkan resep kuning telur dan susu ini. "Kuning telor (bisa telor ayam kampung, omega, puyuh) mentah, masukkan ke dotnya kasih air panas aduk-aduk tambahkan susu formulanya, aduk-aduk lagi terus tambahin air dingin," beber ibu ini.

Dalam video juga terlihat ia memberikan botol isi kuning telur dan susu kepada si kecil. Anaknya tampak menikmati racikan dari sang ibu.

Video soal bayi yang diberikan kuning telur mentah ini lantas menuai banyak tanggapan netizen. Ribuan orang justru menyayangkan aksi ibu ini karena khawatir bayi terpapar bakteri salmonela yang memang ada di dalam telur mentah.

Berikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat NetizenBerikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat Netizen Foto: tiktok @sabenasabba

"Mohon maaf ibu, sebagai tenaga medis. Saya kurang setuju jika bayi di bawah 5 tahun di kasih telur mentah, karna orang dewasa aja tidak di anjurkan untuk makan telur mentah," kata netizen.

"Sebelum ngasih anaknya, lebih baik ibu dulu yang minum supaya 'katanya' biar cerdas," sahut netizen.

Lantas bagaimana tanggapan dokter gizi melihat aksi ibu ini?

Dihubungi detik.com lewat pesan singkat (24/12) dr. Florentina M. Rahardja, M.Gizi, SpGK menjelaskan kalau telur tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang.

"Telur baik kuning maupun putihnya sebaiknya tidak dikonsumsi dalam kondisi mentah atau setengah matang, karena berisiko terkontaminasi bakteri Salmonella. Selain itu penyerapan protein yang terkandung di dalam telur juga lebih baik dalam keadaan matang. Apalagi jika putih telur juga dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang, maka penyerapan biotin atau vitamin B7 juga terganggu karena di dalam putih telur mentah terdapat avidin yang menghambat penyerapan biotin," beber dr. Florentina.

Berikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat NetizenBerikan Telur Mentah Pada Bayi, Ibu Ini Dihujat Netizen Foto: tiktok @sabenasabba

Lebih lanjut ahli gizi ini menyebutkan vitamin dan mineral sebagai mikronutrien sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Dalam kasus ini, kuning telur disebutkan dicampur dengan air panas, tanpa menjelaskan air mendidih atau hanya air hangat. Jika air yang digunakan hanya hangat saja maka mempengaruhi kematangan telur tersebut dan bisa beresiko terhadap kesehatan.

"Jika air mendidih kemudian dimasukkan susu formula, maka pembuatan susu formula menjadi tidak tepat. Susu formula sebaiknya dicampur dengan air yang sudah dididihkan 100 derajat celcius, kemudian ditunggu agak dingin kira-kira suhu air tersebut sudah turun sekitar 70 derajat celcius," lanjut dr. Florentina.

Sebagai saran, dokter ramah ini juga merekomendasikan telur dijadikan makanan MPASI untuk anak usia 6 bulan ke atas. "Telur bisa diberikan untuk anak yaitu dengan membuat telur tim atau dimasak dalam makanan pendamping asi," ujar dr. Florentina.

Sementara untuk alasan kecerdasan, dr. Florentina berpendapat kalau tingkat kecerdasan anak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Termasuk di dalamnya pemberian zat gizi lengkap dan seimbang, serta diiringi juga dengan stimulasi.

(dvs/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT