Bikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk Juicy

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 25 Des 2020 08:30 WIB
Bikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk Juicy Foto: Bikin Laper Trans TV
Jakarta -

Kulineran host Bikin Laper di Yogyakarta berlanjut. Dimas Beck dan Ncess Nabati turut mencicipi lezatnya sate klathak Pak Pong.

Masih dalam rangkaian acara spesial HUT Transmedia, Dimas Beck dan Ncess Nabati mengajak penonton setia Bikin Laper untuk kulineran di Yogyakarta.

Sebelumnya mereka mampir makan Mangut Lele Mbah Marto yang legendaris. Setelah itu, Dimas dan Ncess juga mampir makan sate klathak Pak Pong.

Bikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk JuicyBikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk Juicy Foto: Bikin Laper Trans TV

Rumah makannya berlokasi di Jalan Sultan Agung No. 18, Bantul. "Ini adalah sate yang termasyhur dan terkenal banget," kata Dimas.

Di hadapannya sudah ada seporsi sate klathak (Rp 27 ribu). Dimas menjelaskan, "Jadi ini sate kambing muda, makannya pakai sambal kecap dan kuah kuningnya."

Gimana ya rasanya? Wah! Dimas dan Ncess langsung jatuh cinta sama potongan daging sate klathak yang tebal dan empuk. "Bumbunya itu nggak terlalu dipakein rempah-rempah, i like," kata Ncess.

Bikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk JuicyBikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk Juicy Foto: Bikin Laper Trans TV

Rasa gurihnya baru didapat ketika sate klathak dicelup ke kuah gulai berwarna kuning muda. Lalu untuk sambal kecapnya menghadirkan aksen manis yang enak.

Ncess juga bilang sate ini tidak berbau prengus sama sekali. Alasannya tentu saja karena pemakaian kambing muda.

Dalam sehari, Pak Pong bisa menghabiskan 20-30 ekor kambing muda untuk membuat sate. Pak Pong sendiri merupakan nama panggilan pemilik rumah makan ini, Dzakiron.

Bikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk JuicyBikin Laper! Puas Makan Sate Klathak Pak Pong yang Empuk Juicy Foto: Bikin Laper Trans TV

Pak Pong membuka usaha sate klathak sendiri sejak tahun 1997. Ia terinspirasi berjualan sate klathak karena kakeknya sudah berjualan sejak tahun 1960-an.

Salah satu ciri khas sate klathak, selain bumbunya, adalah pemakaian jeruji sepeda untuk menggantikan tusuk sate. Pemakaian jeruji sepeda bukan tanpa alasan, tujuannya adalah memaksimalkan proses pematangan daging.

Pasalnya jeruji sepeda terbuat dari besi yang merupakan penghantar panas yang baik. Lalu jeruji sepeda bisa menjadi ciri khas sate klathak dan pemakaiannya bisa berulang kali.

Selain sate klathak, Pak Pong juga menawarkan banyak menu kambing lain. Diantaranya tongseng, tengkleng, hingga nasi goreng kambing.

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com