Nikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk Pedas

Purwo Sumodiharjo - detikFood Minggu, 06 Des 2020 10:00 WIB
Nikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk Pedas Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom
Pacitan -

Kuliner khas Pacitan tak hanya soto dan kupat tahu saja, ada juga sayur kikil yang sayang dilewatkan. Salah satunya buatan Ny Sugiyati yang sudah ada sejak 1983.

Berburu kuliner khas Kota 1001 Gua seolah tak ada habisnya. Tak hanya surga olahan ikan laut, daerah di ujung barat daya Jawa Timur ini juga kaya ragam makanan hewani lain. Salah satu yang paling populer adalah sayur kikil Ny Sugiyati.

Saking terkenalnya, sejumlah orang penting pernah mampir ke tempat ini, salah satunya almarhum Didi Kempot. Pelantun tembang 'Ambyar' itu pernah singgah untuk makan usai manggung di Pacitan. Dia pun mencicipi menu yang dikenal lezat dan berbumbu sedap itu.

Tokoh berikutnya yang fotonya terpampang di warung ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebagai putra kelahiran Pacitan, SBY yang kala itu menjabat Presiden ke 6 RI pernah singgah ke warung di Jl Maghribi 14 Desa Menadi, Kecamatan Pacitan ini. SBY sengaja mampir untuk makan soto.

Nikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk PedasNikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk Pedas Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

Meski sayur kikil mudah didapati di daerah lain tapi racikan Ny Sugiyati tetaplah istimewa. Selain cita rasa yang kaya bumbu, teksturnya kikil juga jauh dari kesan alot. Bahkan cenderung empuk dan lumat. Kok bisa ya? Ternyata Ny Sugiyati punya rahasia tersendiri.

"Supaya bisa lembut dan enak harus dicampur tetelan (urat). Jadi kalau kikilnya 4 kg campuran tetelannya 3 kg," kata Ny Sugiyati ditemui detikcom, Jumat (4/12/2020).

Sejak pemilihan bahan baku pun, dirinya tak mau sembarangan. Sugiyati hanya menggunakan kulit sapi jantan. Salah satu ciri yang mudah dikenal adalah warnanya yang dominan putih. Sedangkan untuk kikil dari sapi betina biasanya berwarna kekuningan.

"Kalau (kikil) sapi betina itu ngrebusnya lebih lama. Ndak empuk empuk," paparnya.

Nikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk PedasNikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk Pedas Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

Setelah bahan baku dibersihkan, langkah berikutnya adalah merebus kikil. Dibutuhkan waktu sekitar dua jam memanaskan kikil bercampur tetelan dengan air mendidih. Sembari merebus, racikan bumbu dicampurkan. Adapun bumbu yang diperlukan antara lain kemiri, bawang putih, bawang merah, kencur, lengkuas dan daun salam.

Sedangkan untuk menambahkan rasa pedas, Sugiyati menambahkan cabe utuh. Jumlahnya tergantung tingkat pedas yang diinginkan. Makin banyak jumlah cabe, makin nendang pula rasanya.

Sayur kikil biasanya disajikan bersama menu lain. Seperti sayur tahu tempe dan urap-urap. Jika ingin melengkapi sensasinya, pembeli dapat mengambil sendiri lauk lainnya. Misalnya sate paru, sate jerohan, dan sate telor.

Warung yang dikelola Sugiyati sejak tahun 1983 ini juga menyediakan menu rumahan lain. Sebut saja soto ayam kampung, sayur tempe, dan sayur nangka. Ada pula oseng-oseng dan semur. Selain itu tersedia pula beragam jajan pasar.

Nikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk PedasNikmatnya Sayur Kikil Khas Pacitan Racikan Ny Sugiati yang Empuk Pedas Foto: Purwo Sumodiharjo/detikcom

"Buka mulai jam 2 siang. Kadang sampai jam 12 malam. Seringnya malah tutup jam 9 malam karena sudah habis," ucap Ny Sugiyati.

Pantauan detikcom, sejak warung dibuka pembeli terus silih berganti. Sebagian makan di tempat. Namun tak sedikit pula yang membeli untuk dibawa pulang. Sesuai ketentuan protokol kesehatan, sebelum masuk warung pembeli disediakan sarana cuci tangan.

Di antara pembeli yang sudah mengantre sejak warung belum buka adalah Sanji Erna Lina (21). Wanita yang tinggal di Kecamatan Kebonagung itu rela menunggu demi mendapatkan sayur kikil. Di sela pekerjaannya sebagai karyawati kantor, dia selalu datang ke warung di jalan raya Pacitan-Tulakan ini.

"Beda sama lainnya ya sih. Kikil di sini lembut empuk, gampang cara makannya. Bumbunya pas kalau pecinta pedas pas banget," katanya.

Dari sisi harga, menu yang ada juga relatif terjangkau. Untuk nasi putih dan sayur kikil dibanderol Rp 15 ribu per porsi. Sedangkan nasi ayam Rp 25 ribu, dan soto Rp 10 ribu per porsi. Di sini juga tersedia aneka minuman seperti es teh, es jeruk, es tomat, teh dan kopi asli Pacitan.

(adr/adr)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com