Kisah Dua 'Fresh Graduate' yang Sukses Jualan Petai Kupas

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Rabu, 02 Des 2020 12:30 WIB
Kisah Dua Fresh Graduate yang Sukses Jualan Petai Kupas dari Sambas Foto: TikTok hyungnoona.media
Jakarta -

Dua fresh graduate ini memilih jualan petai kupas sejak November 2020. Mereka memperkenalkan varian petai padi khas Sambas yang garing dan manis.

Tak bisa dipungkiri saat pandemi Covid-19, mencari pekerjaan bukanlah hal mudah, apalagi untuk para lulusan baru perguruan tinggi (fresh graduate). Hal ini dirasakan Lukita dan Ido, sosok di balik pemilik akun TikTok hyung noona media.

Pada 17 November 2020, mereka mengunggah video bisnis petai kupas vakum yang ditekuninya. Video ini viral hingga sudah ditonton lebih dari 600 ribu kali saat berita ini dibuat.

Rupanya bisnis ini berawal dari kesulitan Lukita dan Ido dalam mencari pekerjaan. Namun alih-alih berputus asa, mereka berpikir menciptakan lapangan kerja. Dihubungi detikFood (1/12), Lukita menjelaskan soal bisnis ini.

Baca Juga: Mukbang Petai, YouTuber Ini Habiskan 20 Papan hingga 2 Kg Petai!

Kisah Dua 'Fresh Graduate' yang Sukses Jualan Petai Kupas dari SambasKisah Dua 'Fresh Graduate' yang Sukses Jualan Petai Kupas dari Sambas Foto: TikTok hyungnoona.media

Mereka memilih petai karena banyak orang Indonesia menyukai cita rasa kacang ini. "Akhirnya kita lihat nih, gimana kalau kita coba bantu para petani petai dengan kualitas bagus supaya bisa jualan, dan kebetulan kita temui komunitas petani petai ini di Sambas, Kalimantan Barat karena kebetulan keluarga berasal dari sana. Akhirnya kita mulai menjual petai ini secara online," kata Lukita.

Varian petai yang dimaksud bernama petai padi. Petai ini memiliki kadar air yang lebih rendah sehingga tidak menyusut saat digoreng. Selain itu, tekstur petai padi lebih lembut dan rasanya garing serta manis. Aromanya juga tidak menyengat seperti petai biasa.

Lalu guna meningkatkan nilai jual petai kupas, Lukita dan Ido berinovasi dengan teknik vakum. "Permintaan petai kupas tinggi, tetapi ketahanan produk untuk disimpan dalam jangka waktu lama menjadi tantangan tersendiri buat kami. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk membuat kemasan petai kami menjadi kedap udara dan menggunakan bahan plastik khusus agar lebih tahan lama," lanjutnya.

Mereka juga mengemas petai dalam ukuran lebih kecil yaitu di bawah 1 kg untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Ada kemasan 100 gram, 250 gram, dan 500 gram. Harganya mulai dari Rp 20 ribu untuk kemasan 100 gram dan Rp 180 ribu untuk kemasan 1 kg. Petai ini bisa dibeli di situs marketplace Tokopedia Yi Storee.

Kisah Dua 'Fresh Graduate' yang Sukses Jualan Petai Kupas dari SambasKisah Dua 'Fresh Graduate' yang Sukses Jualan Petai Kupas dari Sambas Foto: TikTok hyungnoona.media

Baru bisnis petai kupas saat pandemi Covid-19 merebak diakui Lukita dan Ido tergolong sulit. Lukita berujar, "Apalagi bisnis yang baru mulai seperti kita. Untuk berapa kilo gram petai terjualnya itu masih fluktuatif, namun kalau boleh dibilang ada beberapa kilo gram dalam satu hari."

Ia tak memungkiri TikTok menjadi salah satu sarana promosi bisnis yang mumpuni. "Ga disangka antusiasnya banyak juga dari para netizen, bahkan sampai di Taiwan dan London. Jadi harapan kita, kedepannya petai vakum kita semakin dikenal oleh masyarakat luas dan kita juga jadi bisa bantu para petani," tutup Lukita.

Baca Juga: Harga Pete Rp 300 Ribu di Supermarket, Netizen : Di Kampung Bisa Buat Beli Sekebon

(adr/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com