Cerita Tukang Ayam Potong yang Bekerja dengan Satu Tangan Palsu

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 20 Nov 2020 18:00 WIB
Cerita Tukang Ayam Potong yang Bekerja dengan Satu Tangan Palsu Foto: Harian Metro
Jakarta -

Kisah tukang ayam potong di Malaysia ini mencuri perhatian banyak orang. Ia bekerja dengan satu tangan palsu yang ada di sisi kirinya.

Kerap menggunakan kaos panjang saat bekerja membuat banyak orang tak tahu kondisi fisik tukang ayam potong bernama Rusdi Yusoff ini. Tapi bagi yang sudah kenal atau langganan, mereka tahu kalau tangan kiri Rusdi adalah tangan palsu.

Pria 56 tahun di Kota Bharu ini mengenakan tangan palsu sampai bagian siku. Meski kondisinya tergolong cacat fisik, namun Rusdi tak merasa hal itu sebagai penghalang untuk bekerja.

Dikutip dari World of Buzz (19/11), Rusdi sudah bekerja sebagai tukang ayam potong selama 20 tahun terakhir. Ia mengaku tak kagok meski harus bergantung banyak pada tangan kanannya.

"Di awal-awal kerja dulu cukup menantang karena saya harus mengandalkan satu tangan, tapi ketika harus pakai tangan palsu, setidaknya itu membantu saya menyelesaikan pekerjaan," katanya.

Para pedagang ayam potong di beberapa pasar tradisional di Jakarta menjerit akibat kenaikan harga yang tak terbendung lagi. Setelah kenaikan harga BBM yang tidak langsung berimbas pada ayam potong, di awal Ramadan, kini harga ayam menggila, hingga mencapai Rp 45.000 per-ekornya.Cerita Tukang Ayam Potong yang Bekerja dengan Satu Tangan Palsu Foto: Rachman Haryanto

Rusdi juga bilang kalau kondisi tangan palsunya kini sudah agak tua. "Namun saya sudah banyak memperbaikinya sendiri, termasuk diikat dengan tali," ujar Rusdi.

Ayah 5 anak ini mengungkap kisah kehilangan tangan kirinya. Saat usia 17 tahun ia coba memancing dengan bom ikan yang ternyata justru berakibat menghilangkan tangan kirinya.

Untuk tangan palsunya, Rusdi memakainya sejak 5 tahun lalu. Tangan palsu ini merupakan sumbangan dari seorang donor yang harganya hampir RM 10.000 atau sekitar Rp 34,6 juta.

Sebelum menjadi tukang ayam potong, Rusdi juga sudah mencoba beberapa pekerjaan lain demi menghidupi keluarganya. "Saya pernah bekerja di restoran di Kuala Lumpur sebelum pulang kampung ke Kampung Machang Limbat," tuturnya.

Baca Juga: Sedih! Karyawan Penyandang Disabilitas Ini Dipecat Karena Makan Buah Pir

Kini pekerjaannya sebagai tukang ayam potong membuat Rusdi bisa menghasilkan RM 40-50 atau sekitar Rp 138-173 ribu per hari. Ia mengaku betah dengan pekerjaan ini karena majikannya memahami kondisinya.

Rusdi juga sempat bercerita soal keluarganya. Ia bilang sering kali harus tidak bekerja karena kondisi kesehatannya. Selain itu Rusdi juga harus merawat istrinya, Rosmati Jusoh yang alami penyakit ginjal, gangguan penglihatan, skizofrenia dan kejang.

"Tiga anak saya sudah bekerja tapi hanya satu yang bekerja di desa. Lainnya mencari nafkah di Kuala LumpuR, sedangkan anak bungsu saya masih belajar di Form Six," ujarnya.

Cerita Tukang Ayam Potong yang Bekerja dengan Satu Tangan PalsuCerita Tukang Ayam Potong yang Bekerja dengan Satu Tangan Palsu Foto: Harian Metro

Rusdi menambahkan, "Sebelum bekerja, saya harus menjaga istri saya terlebih dahulu dengan menyiapkan makanan dan minuman serta memandikannya. Tugas saya ini kemudian akan diambil alih oleh anak bungsu saya setelah pulang sekolah."

Sebelum Rusdi, kisah pria tanpa tangan di Malaysia ini juga menarik perhatian. Ia merupakan penjual nasi lemak di dekat Stasiun LRT Cheras.

Nasi lemak jualannya diberi nama 'Nasi Lemak Bujang.' Terlihat nasi lemaknya berukuran mini dengan balutan daun pisang. Harganya terjangkau, sekitar Rp 5 ribu saja per bungkus.

Banyak orang memuji kegigihan penjual nasi lemak tanpa tangan ini. "Bagaimana dia bungkus nasi lemak. Emang hebat lah Mamat. Harusnya kalian yang menganggur malu sama Mamat ini," kata seorang netizen.

Baca Juga: Kehilangan Dua Tangannya, Pria Ini Tetap Gigih Jualan Nasi Lemak

(adr/odi)