Sudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack Ikan

Devi Setya - detikFood Senin, 09 Nov 2020 15:00 WIB
Sudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack Ikan Foto: Sipetek Crispy
Jakarta -

Aang Permana rela meninggalkan pekerjaan di perusahaan besar demi memaksimalkan potensi di daerahnya. Ia kini sibuk meracik ikan petek jadi snack kekinian.

Aang Permana adalah pria asli berdarah Jawa Barat yang kini dikenal sebagai pengusaha snack ikan petek. Dengan merek Sipetek Crispy Ikan, Aang mencoba mengangkat potensi alam di daerahnya yang selama ini sama sekali tak dilirik.

Lewat channel youtubenya Sipetek TV, Aang menceritakan perjalanannya memulai bisnis snack ikan kekinian. Meski tak mudah, Aang akhirnya bisa membuktikan kalau ikan petek di kampungnya bisa punya nilai jual yang lebih tinggi.

Sudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack IkanSudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack Ikan Foto: Sipetek Crispy

Aang menceritakan, awalnya tertarik mengolah ikan petek di kampungnya adalah karena ikan ini sangat berlimpah namun tidak banyak diolah. Ia ingin kalau ikan lokal ini punya nilai jual.

"Saya berpikir gimana caranya memberikan nilai tambah pada ikan lokal. Kalau diolah dengan baik pasti bernilai. Di tempat tinggal saya cuma ada ikan petek," kata Aang.

Aang merasa sedih karena ikan yang sangat berlimpah ini hanya dibiarkan begitu saja. "Ikan petek melimpah di danau Cirata tapi ga dimanfaatkan, dan tak ada nilai jual. Padahal ikan petek mengandung nilai gizi tinggi," beber Aang.

Ia akhirnya menggandeng masyarakat sekitar untuk mencoba mengolah ikan petek ini. Tak disangka, ternyata respon masyarakat saat itu sangatlah bagus.

Para nelayan dan ibu-ibu yang tinggal di dekat rumah Aang menyambut niat baik ini dengan senang. Para nelayan dijadikan mitra yang bertugas menangkap dan memasok ikan petek, sementara para ibu rumah tangga bertugas mengolah hingga mengemas snack yang siap dipasarkan.

Untuk menjamin kesegarannya, ikan petek ditangkap setiap hari saat malam hingga menjelang subuh. Selanjutnya ikan segar ini langsung diolah agar kualitasnya tidak menurun.

"Ikan ditangkap nelayan malam sampai subuh. Paginya disetor dan langsung diolah oleh ibu-ibu, mulai dari pencucian, pemberian bumbu dan packing serta didistribusikan ke reseller seluruh indonesia," kata Aang.

Ikan yang diolah Aang ini punya bentuk kecil. Ikan dengan nama latin Parambasis ini biasa juga dikenal dengan sebutan petek danau. Saking berlimpahnya ikan petek, masyarakat sampai bosan memasaknya untuk hidangan di rumah.

Alhasil ikan ini jadi tak punya nilai jual dan dibiarkan begitu saja. Oleh Aang,ikan petek diolah dengan lapisan tepung dan digoreng garing. Tekstur renyah dan rasa gurih snack ini bisa jadi camilan sekaligus lauk makan.

Aang kini sudah memiliki lebih dari 3.500 reseller di seluruh Indonesia. Ia juga bermitra dengan 20 nelayan dan sudah mengolah lebih dari 160 ton ikan petek.

Tentu tidak mudah membangun bisnis dengan bahan baku ikan petek. Aang harus jatuh bangun untuk meracik ikan petek bahkan sampai proses pemasarannya.

Padahal jika dilihat ke belakang, Aang sebelumnya sudah bekerja di perusahaan minyak dan gas untuk posisi yang menjanjikan. Namun keinginan untuk membangun desanya membuat Aang melepaskan pekerjaannya.

Sudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack IkanSudah Kerja di Perusahaan Besar, Pemuda Ini Malah Pilih Jual Snack Ikan Foto: Sipetek Crispy

Lewat bisnisnya ini, Aang berharap akan semakin banyak orang yang mengonsumsi ikan petek. Selain rasanya enak, ikan ini juga kaya nutrisi.

"Harapannya semoga bisa semakin berkembang dan diterima masyarakat. Ini juga berdampak bagi kesejahteraan orang banyak, termasuk nelayan dan para ibu rumah tangga," pungkas Aang.



Simak Video "Bikin Laper: Sate Tegal Laka-laka Favorit Presiden Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com