Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 27 Okt 2020 18:00 WIB
Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia Foto: iStock
Jakarta -

Di China, kecoa jadi menu makanan yang populer. Karenanya peternakan di China dibuat untuk memenuhi permintaan konsumsi manusia.

Jika selama ini kecoa dianggap sebagai hama pengganggu yang sering dibasmi. Tapi di China, kecoa jadi menu makanan yang menarik dan populer. Bahkan di China kini peternakan kecoa menjadi bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga: Jijik! Netizen Temukan Kecoa Hidup Saat Makan Daging AYCE Rp 99 Ribu

Dilansir dari Kerala Kaumudi (27/10), seorang peternak kecoa bernama Li Bingcai terkenal memiliki jutaan ekor kecoa di peternakannya. Pria asal China Selatan ini setidaknya sudah mengembangkan lebih dari 10 juta ekor kecoa.

Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi ManusiaPeternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia Foto: iStock

Kecoa yang diternak Li khusus untuk konsumsi manusia atau jadi bahan makanan. Banyak restoran lokal yang langganan membeli kecoa darinya.

Salah satu makanan favorit ada kecoa goreng dengan saus Sichuan pedas yang disukai banyak orang di sana.

"Banyak orang yang tidak percaya bahwa rasa kecoa ini sangat enak sampai mereka mencobanya sendiri," jelas Li, sambil menyantap kecoa hidup ke dalam mulutnya.

Jenis kecoa yang diternak juga tidak sembarangan. Li hanya berternak kecoa jenis Amerika, yang dikenal juga dengan nama Periplaneta Americana.

Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi ManusiaPeternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia Foto: iStock

Kecoa yang satu ini ukurannya sangat besar dan jika dikonsumsi dapat memiliki banyak manfaat untuk tubuh. Seperti untuk mengobati usus, saluran pernapasan sampai tonik kesehatan.

"Banyak efek baik dari kecoa, pertama mereka meningkatkan sistem imun. Di mana manfaat ini hanya bisa diserap oleh tubuh manusia," ungkap Li.

Selain itu Li menyebut kecoa-kecoa ini sebagai 'Si Kecil yang Kuat', di mana kecoa bisa hidup selama beberapa hari meski sudah dipotong menjadi dua bagian.

Di wilayah peternakan Li, ia sengaja membuat suasananya senyaman mungkin untuk habitat berkembang biak para kecoa.

Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi ManusiaPeternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia Foto: iStock

Ia menggunakan fasilitas kandang sebesar lapangan badminton, yang ditutup dengan jendela dan jaring-jaring kecil untuk mencegah agar kecoa beterbangan.

Walau tampak ekstrem, tapi ternyata bisnis kecoa ini membuat Li berhasil mengumpulkan pundi-pundinya. Untuk kisaran harga kecoa yang ia jual, ia mematok harga sekitar 100 - 600 yuan (Rp 219.000 - Rp 1,3 juta) per 500 gram.

Di tahun lalu, Li bahkan berhasil menjual sekitar satu ton kecoa kering untuk dikirim ke pabrik. Dari sana ia mendapatkan uang sebesar 90,000 yuan (Rp 1,9 miliar).

Peternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi ManusiaPeternakan Kecoa di China Ini Dibuat Untuk Konsumsi Manusia Foto: iStock

Meski memiliki banyak manfaat untuk tubuh, tapi konsumsi kecoa harus tetap dibatasi. Menurut ahli kesehatan bernama Goh Chye Tee mengatakan bahwa kecoa harus dimakan dalam porsi wajar.

Diketahui sebelumnya, serangga seperti kecoa populer sebagai sumber protein baru. Selama beberapa tahun terakhir permintaan kecoa terus meningkat di pasaran.

Baca Juga: Populer Sebagai Sumber Protein Baru, Permintaan Serangga Terus Meningkat



Simak Video "Bikin Laper: Review Nasi Kebuli hingga Ceker Mercon"
[Gambas:Video 20detik]
(raf/odi)