Laku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan Thailand

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 16 Okt 2020 13:30 WIB
Laku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan Thailand Foto: Getty Images/iStockphoto/filipefrazao
Jakarta -

Tren 'daging' nabati semakin diminati. Buktinya produk daging babi vegan buatan perusahaan Thailand ini alami peningkatan ekspor.

Perusahaan makanan Thailand kini tengah gencar memasok permintaan masyarakat dunia akan daging nabati. Selama masa pandemi Covid-19, sektor ini ternyata alami peningkatan.

Adalah NR Instant Produce, eksportir makanan yang memproduksi daging nabati ini sejak tahun 2016. Mereka fokus mengolah nangka muda sehingga tekstur dan rasanya mirip daging babi sungguhan.

Baca Juga: Jadi Alternatif Daging, Nangka Muda Kian Populer di Kalangan Vegetarian

Dikutip dari South China Morning Post (16/10), NR Instant Produce meraih 1,6 miliar baht dari penawaran umum perdana bulan ini. Sahamnya juga naik dua kali lipat dalam perdagangan intraday pada 9 Oktober 2020.

Laku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan ThailandLaku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan Thailand Foto: Getty Images/iStockphoto/filipefrazao

Selain itu, perusahaan memperluas fasilitas di Amerika Serikat, China, dan Thailand untuk mengakomodir produksi mereka.

"Fokus konsumen pada kesehatan adalah megatrend saat ini. Potensi pertumbuhannya sangat besar," kata Danai Pathomvanich, CEO NR Instant Produce.

Ia menjelaskan sekitar 7 persen pendapatan perusahaan berasal dari produk nabati. Ia pun berharap kontribusi ini bisa melonjak sampai 30 persen dalam empat tahun ke depan.

Selain NR Instant Produce, pemain lain pada produksi 'daging' nabati di Thailand adalah Charoen Pokphand Foods. Produsen daging terbesar di Thailand ini baru berencana memproduksi daging nabati berbahan protein kedelai.

Kemudian ada perusahaan penyuling minyak ternama, Bangchak yang juga akan melakukan diversifikasi ke industri 'daging' nabati.

Secara global, pasar daging nabati di Thailand diharapkan bernilai lebih dari USD 27,9 miliar pada tahun 2025. Target ini lebih dari dua kali lipat dari nilai tahun lalu yaitu USD 12,1 miliar.

Menurut laporan MarketsandMarkets, konsumen terbesar dari pasar daging nabati Thailand adalah Amerika Utara dan Eropa. Tetapi ada juga peningkatan permintaan dari negara Asia Pasifik dan Amerika Selatan.

Laku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan ThailandLaku Keras! Produk Daging Babi Vegan dari Nangka Buatan Thailand Foto: Getty Images/iStockphoto/filipefrazao

Di Thailand sendiri, daging nabati juga semakin populer berkat media sosial. Setiap tahun, jutaan orang Thailand yang merupakan negara dengan mayoritas penduduk Buddha, berhenti makan produk hewani.

Pusat Intelijen Ekonomi Siam Commercial Bank mengatakan ada peningkatan besar dalam minat terhadap makanan vegetarian dan vegan di Thailand selama beberapa tahun terakhir.

Persentase orang Thailand yang tidak makan daging meningkat dari 4 persen pada 2013 menjadi 12 persen pada 2017, tulis laporan mereka berdasarkan data Kantor Statistik Nasional Thailand.

Salah satu pelaku vegan di Thailand, Mika Apichatsakol bilang, "Kami sudah pada tahap di mana orang Thailand memproduksi produk mereka sendiri dan tidak mengandalkan produk barat yang mahal. Itu adalah pengubah permainan. Artinya produk nabati adalah untuk semua orang."

Baca Juga: Makanan Nabati Pengganti Daging Ini Diprediksi Jadi Tren 2020



Simak Video "Menjajal Martabak Manis Tradisional di Bogor "
[Gambas:Video 20detik]
(adr/odi)