Bioskop Masih Tutup, Petani Nganggur Karena Panenan Tak Laku

Devi Setya - detikFood Selasa, 22 Sep 2020 15:30 WIB
Bioskop Tutup, Popcorn Tak Laku Foto: Getty Images/iStockphoto/Nikhil Patil
Jakarta -

Pandemi corona melanda hampir seluruh dunia membuat bioskop terpaksa tutup sementara. Konsumsi popcorn menurun drastis sehingga panenan petani jagung tak laku.

Dilansir dari Fox News (22/9) para petani popcorn terpaksa menghentikan aktivitasnya menanam jagung karena hasil panen yang masih berlimpah. Banyak pemerintah negara bagian yang memutuskan untuk menutup bioskop sebagai salah satu langkah pencegahan penyebaran virus corona.

Dampaknya bukan hanya pada sisi seniman film saja, para petani jagung juga ikut gigit jari karena jagung mereka tidak laku terjual. Para petani jagung popcorn biasanya memasok jagung popcorn ke bioskop, teater hingga pusat hiburan. Namun sejak virus corona menyebar, popcorn tidak lagi memiliki konsumen.

Bioskop Tutup, Popcorn Tak LakuBioskop Tutup, Popcorn Tak Laku Foto: Getty Images/iStockphoto/Nikhil Patil

Dilaporkan The Washington Post, para petani jagung popcorn biasanya akan mendulang keuntungan saat musim panas tiba, tapi berbeda dengan tahun ini. Tidak ada tayangan film di bioskop, konser musik ataupun acara hiburan yang biasanya banyak menyediakan popcorn sebagai camilan favorit.


Lain lagi dengan penjualan popcorn kemasan siap olah. Perusahaan produsen popcorn instan justru mengalami lonjakan penjualan. Sayangnya, para petani tradisional tidak memiliki alat atau teknik untuk membuat jagung popcorn mereka menjadi popcorn instan.

Satu perusahaan, Preferred Popcorn dilaporkan harus membangun tujuh gudang baru untuk menampung semua bulir jagung popcorn yang tidak terjual. Jagung khusus untuk popcorn biasanya mencapai puncak panen setiap bulan September. Jagung ini bisa disimpan selama satu tahun, jika lebih dari setahun maka kualitasnya akan menurun.

Bioskop Tutup, Popcorn Tak LakuBioskop Tutup, Popcorn Tak Laku Foto: Getty Images/iStockphoto/Nikhil Patil

Terhitung sejak awal tahun 2020, bioskop di berbagai negara sudah berhenti beroperasi dan hingga kini masih belum jelas statusnya. Mengingat kasus pasien corona semakin hari masih meningkat drastis.

Hal ini tentu saja membuat para petani jagung popcorn merasa khawatir. Sebagai salah satu solusi, para petani dan pemasok popcorn sengaja membuat kemasan kecil agar mudah dijual langsung ke konsumen. Cara seperti ini pun tidak terlalu membantu, masih ada 111 juta pon atau sekitar 50 juta kilogram jagung popcorn yang menumpuk di gudang petani.

Di Amerika, tercatat orang-orang cukup banyak mengonsumsi popcorn dalam berbagai kesempatan. Sebanyak 70 persen orang makan popcorn di rumah, sementara 30 persen lainnya menyantap popcorn di di bioskop dan tempat umum lainnya.

Saat ini setidaknya ada 300.000 hektar lahan jagung popcorn yang ditanami setiap tahunnya. Bisa dibayangkan, jika terus ditimbun maka jagung popcorn ini lambat laun akan tampak seperti gunung yang menjulang tinggi.



Simak Video "Resep Ayam Popcorn Sehat "
[Gambas:Video 20detik]
(dvs/odi)