ADVERTISEMENT

5 Fakta Apel Pantai, Tercatat di Buku Rekor Dunia Sebagai Pohon Paling Mematikan

Devi Setya - detikFood
Jumat, 11 Sep 2020 11:00 WIB
5 Fakta Apel Pantai, Tercatat di Buku Rekor Dunia Sebagai Pohon Paling Mematikan
Foto: Getty Images/iStockphoto/shakzu

2. Tahun 2000 pohon ini diumumkan sebagai pohon beracun

Strickland dan teman-temannya harus merasakan sakit setidaknya selama 8 jam. Mereka berhasil selamat setelah mengonsumsi susu dan minuman soda. Setelah mengalami pengalaman mematikan ini, Strickland membuat laporan lewat The British Medical Journal soal apel pantai yang ia temui.

Dalam laporan ini juga Strickland menjabarkan ciri dan bentuk pohon serta efek yang dirasakan usai menyantap buahnya. Strickland bercerita, ketika racun pada apel pantai ini memasuki tubuh maka efek sakitnya langsung bisa dirasakan seketika itu juga. Jika orang mengonsumsi dalam jumlah banyak, kemungkinan akan mengalami kematian.

3. Tercatat dalam buku rekor dunia sebagai pohon kematian

5 Fakta Apel Pantai, Tercatat di Buku Rekor Dunia Sebagai Pohon Paling Mematikan5 Fakta Apel Pantai, Tercatat di Buku Rekor Dunia Sebagai Pohon Paling Mematikan Foto: Getty Images/iStockphoto/shakzu

Pohon apel pantai memiliki nama lain dalam bahasa Spanyol, arbol de la muerte, yang berarti "pohon kematian". Guinness World Records mencatat, pohon apel pantai ini merupakan tanaman paling berbahaya di dunia. Selain apel pantai, buahnya juga populer dengan sebutan jambu pantai.

Menurut Florida Institute of Food and Agricultural Sciences, semua bagian pohon apel pantai ini sangat beracun. Mulai dari batangnya daunnya hingga buahnya. Jika menyentuh bagian pohon ini secara langsung maka akan menimbulkan alergi kulit.

"Ancaman kematian tak terelakkan saat mengonsumsi buahnya. Menelan buah apel pantai dapat berakibat fatal. Muntah berat dan diare membuat tubuh mengalami dehidrasi parah dan sulit mengembalikan cairan tubuh yang sudah habis," tulis Ella Davies di BBC.



Simak Video "Pedagang Pasar Beringharjo Rayakan HUT ke-77 RI dengan Berdonasi"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT