Kenapa Susu Babi Tak Umum Diminum Manusia?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 10 Sep 2020 06:00 WIB
Susu babi Foto: Getty Images/Shutterstock
Jakarta -

Sapi dan babi sama-sama mamalia. Namun tak seperti sapi yang susunya umum diminum manusia, susu babi tidak. Kenapa ya?

Susu adalah bahan makanan yang umum dikonsumsi manusia, dari susu sapi, kambing, kuda, sampai unta. Tiap mamalia ini menghasilkan susu dengan karakteristik rasa dan nutrisi yang berbeda-beda. Manusia pun punya kecenderungan menyukai beberapa jenis susu tersebut, dengan susu sapi jadi pilihan paling populer.

Tapi kenapa manusia tak minum susu babi? Padahal babi juga mamalia yang menghasilkan susu. Induk babi atau babi betina memproduksi susu untuk anak-anaknya. Selain itu, susu babi juga tidak beracun sehingga bisa diminum manusia dengan pengolahan yang tepat.

Namun sampai sekarang tak ada produsen susu yang mengkhususkan diri produksi susu babi dalam jumlah massal. Manusia juga banyak yang enggan mencobanya. Apa ya alasannya?

Berikut detikFood (9/9) fakta-fakta seputar kenapa susu babi tak umum diminum manusia:

1. Babi tidak suka diperah

Susu babiSusu babi Foto: Getty Images/Shutterstock

Dikutip dari Medium, babi betina tergolong hewan yang tidak suka diperah susunya. Berbeda dengan sapi yang bisa lebih tenang saat melalui proses pemerahan. Dari segi karakter, babi betina juga bisa menjadi sangat agresif.

Jangankan untuk memerah susu, menangkapnya pun bisa jadi sulit. Dari segi kemampuan menghasilkan susu, babi juga tak seproduktif sapi. Rata-rata babi betina hanya memproduksi sekitar 5,8 liter susu, sementara sapi betina produksi susunya mencapai 29,5 liter.

Terlebih lagi saat menyusui, babi betina tidak bisa hamil lagi. Dengan kata lain jaminan pasokan susu tidak memungkinkan. Hal mendasar ini menjadi alasan kenapa peternakan susu babi berskala besar tidak bisa berjalan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3